Dari sisi internal, menurut Shelvy, ASDP secara berkala menggelar rapat tinjauan manajemen (RTM) dalam rapat kerja perusahaan yang dilaksanakan setiap tahun.
Tujuannya untuk mengevaluasi implementasi keselamatan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya dan program-program kerja pada tahun berjalan.
Selain itu, ASDP secara masif mengampanyekan Safety Habit 3J yang mencakup Jaga Diri, Jaga Alat, dan Jaga Lingkungan, sebagai upaya internalisasi budaya seluruh Insan ASDP untuk meningkatkan reputasi positif perusahaan dan menumbuhkan kepercayaan pengguna jasa.
ASDP juga menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) sebagai upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara aman dan sehat tanpa membahayakan dirinya maupun masyarakat sekelilingnya, sehingga diperoleh produktivitas kerja yang optimal.
"Untuk pelaksanaan program SMK3 ini secara periodik dilakukan proses evaluasi dan audit SMK3 melalui badan audit yang ditunjuk pemerintah," imbuh Shelvy.
ASDP pun telah mengantongi sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan standar internasional yakni SMK3 ISO 45001:2018 dari Badan Sertifikasi British Standard Institution (BSI).***
Artikel Terkait
Antisipasi Mudik Lebaran, ASDP Tingkatkan Kapasitas Parkir Pelabuhan Merak
Gandeng Smile Train Indonesia, ASDP Kembalikan Senyum Anak-Anak Indonesia
Innovation Talk ke-8: ASDP Pacu Transformasi Berkelanjutan
ASDP Bersama Stakeholder Angkutan Ferry Perbaiki Tata Kelola dan Keselamatan Layanan Penyeberangan
Wujudkan Jembrana Jadi Wisata Dunia, ASDP Kerjasama Dengan Pemerintah Dalam Pengembangan Pelabuhan Gilimanuk