Dampak Klasterisasi PNM, Usaha Nasabah Kian Tumbuh, Ekonomi Keluarga Menguat

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 25 November 2025 | 21:30 WIB
membangun ekosistem usaha di tingkat akar rumput hingga berhasil membentuk 1.024 klasterisasi usaha bagi nasabahnya di Indonesia. (DOK. PNM)
membangun ekosistem usaha di tingkat akar rumput hingga berhasil membentuk 1.024 klasterisasi usaha bagi nasabahnya di Indonesia. (DOK. PNM)

Kabar BUMN - Pertumbuhan UMKM di Indonesia selama ini sering dihadapkan pada persoalan klasik yaitu akses permodalan tersedia, namun kemampuan pengusaha untuk mengelola bisnis dan memperluas pasar masih terbatas.

Pola ini berubah ketika pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas mulai dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang membangun ekosistem usaha di tingkat akar rumput hingga berhasil membentuk 1.024 klasterisasi usaha bagi nasabahnya di Indonesia.

Klasterisasi usaha PNM saat ini mencakup berbagai sektor seperti olahan makanan, kriya, pertanian, hingga jasa dan perdagangan.

Baca Juga: Port Connect 2025 Berlangsung, Kolaborasi IPCC dan PTP Nonpetikemas Perkuat Talenta Muda Maritim

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU), yaitu pendampingan berkelanjutan melalui pelatihan literasi keuangan, manajemen usaha, pemasaran digital, peningkatan kualitas produk, dan fasilitasi perizinan.

Melalui PKU, pembiayaan tidak berhenti pada pemberian modal, melainkan diwujudkan dalam peningkatan keterampilan usaha para nasabah.

Sekretaris Perusahaan PNM Dodot Patria Ary menegaskan, tujuan utama klasterisasi usaha bukan hanya soal bisnis, tetapi bagaimana PNM hadir dan benar-benar membantu nasabah berkembang secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Kolaborasi Telkom dan Fortinet Hadirkan Solusi Keamanan Siber yang Lebih Kuat

Menurutnya, yang paling membahagiakan bagi kami adalah melihat para nasabah tumbuh dengan percaya diri.

“Mulai dari berani memasarkan produk, menerima pesanan lebih besar, sampai mampu membantu ekonomi keluarga. Ketika mereka merasa didampingi dan tidak berjalan sendiri, usaha mereka bukan hanya maju, tetapi hidup. Di situlah dampak pemberdayaan yang ingin kami hadirkan,” ujar Dodot.

Dampaknya dirasakan langsung para pengusaha, salah satunya Devita Wijayanti, nasabah PNM di Magelang.

Baca Juga: Pendekatan Visual dalam Teknologi Seismik, Elnusa Hadirkan Brick Vibroseis

“Setelah pembinaan PNM, usaha lumpia saya berkembang pesat. Sekarang saya bisa kirim ke luar daerah dan jualan lewat media sosial,” ungkap Devita.

Setelah menggunakan pembinaan untuk menunjang produksi, kini usahanya mampu mencatat omzet Rp 4–5 juta per bulan, meningkat dari sebelumnya Rp 1–2 juta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini