Selain itu, stasiun seperti Depok Baru (18.605.476), Bojonggede (18.173.763), Tebet (17.791.121), Cawang (15.215.193), dan Jakarta Kota (14.207.593) juga mencatat aktivitas tinggi.
Baca Juga: BSI Hadirkan Fitur Pemesanan Tiket Kereta & Pesawat di BYOND, Lengkap dengan Promo Akhir Tahun
Sebagai stasiun transit terbesar, Manggarai merekam 52.409.989 transaksi transit, serta 9.654.021 transaksi gate in–out dari layanan KRL.
Pada layanan Commuter Line Bandara, Manggarai menambah 866.015 transaksi gate in–out, sehingga total mencapai 10.520.36 transaksi Januari hingga November 2025.
Integrasi antarmoda semakin kuat dengan hadirnya koneksi langsung antara LRT Jabodebek dan Commuter Line melalui dua simpul strategis yaitu Dukuh Atas dan Cikoko.
Baca Juga: PLN Selesaikan Pemulihan Listrik Sumut Secara Menyeluruh, Seluruh Wilayah Kini Aktif Kembali
Dukuh Atas menjadi titik perpindahan utama dari LRT menuju Stasiun Sudirman, sementara hubungan LRT Cikoko dengan Stasiun Cawang mempercepat arus perjalanan dari timur menuju kawasan bisnis utama di Jakarta.
Kinerja kedua simpul ini memperlihatkan peran pentingnya dalam mendukung mobilitas metropolitan.
Stasiun LRT Dukuh Atas mencatat 7.548.845 transaksi gate in–out sepanjang Januari–November 2025, menjadikannya stasiun tersibuk di jaringan LRT. Secara keseluruhan, LRT Jabodebek mencatat 26.113.546 pengguna pada Januari–November 2025.
Layanan ini melayani rata-rata 98.172 pengguna per hari kerja dan 41.780 pengguna pada akhir pekan. Pada lintas pelayanan, rute Dukuh Atas–Jatimulya mencatat rata-rata 56.194 pengguna per hari kerja, sementara lintas Dukuh Atas–Harjamukti mencapai 49.479 pengguna per hari kerja.
Stasiun dengan pergerakan besar lainnya adalah Harjamukti (6.041.570 transaksi gate in-out), Kuningan (4.727.984), Cikoko (4.190.204), dan Pancoran (3.720.789).
Konektivitas ini mempercepat distribusi arus perjalanan pada stasiun-stasiun dengan volume tinggi seperti Sudirman, Tanah Abang, dan Cawang.
Baca Juga: Prospek Ekonomi Syariah 2026: Indonesia Dinilai Siap Melaju dengan Fondasi yang Kuat
Anne menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari visi besar KAI untuk menggerakkan transportasi berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Artikel Terkait
Tidak Perlu Panik, KAI Menjelaskan Prosedur Resmi Lost and Found di Kereta dan Stasiun
KAI Perkuat Layanan Nataru 2025/2026, Siap Optimalkan Operasi 612 Kereta Baru INKA
KAI Menyalurkan Bantuan CSR Senilai Ratusan Juta untuk Korban Bencana di Sumatera
Jelang Nataru, KAI Intensifkan Inspeksi Jalur untuk Perkuat Keandalan Prasarana
Kinerja Logistik Meningkat, Angkutan Perkebunan KAI Jadi Penopang Pasokan Akhir Tahun
KAI Angkut 521.698 Ton Komoditas Perkebunan, Jadi Penopang Pasokan Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru