Rachbini mencontohkan program hilirisasi nikel yang mulai menunjukkan hasil. Nilai ekspor produk turunan nikel pada tahun 2024 tercatat sebesar US$ 33,9 miliar meningkat jauh dari tahun 2017 yang tercatat sebesar US$ 3,3 miliar.
Baca Juga: PLN Pacu Pemulihan Jalur Listrik Langsa–Pangkalan Brandan Demi Percepat Penormalan Sistem Aceh
Lebih lanjut Rachbini menyebut industri, investasi, dan ekspor ke pasar global adalah kunci untuk mencapai pertumbuhan menuju 8%.
Arus peti kemas adalah jasa logistiknya. Tanpa dinamika industri, maka sulit untuk mencapai pertumbuhan yang diharapkan.
Managing Partner PH&H Public Policy Interest Group Agus Pambagio menyebut diperlukan peningkatan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pendukung lainnya untuk meningkatkan daya saing nasional.
Baca Juga: Teras BRI Kapal, Bank Terapung yang Layani Masyarakat Pesisir dan Kepulauan Sejak 2015
Agus menyebut pentingnya keberadaan pelabuhan yang berfungsi sebagai transhipment hub agar lalu lintas perdagangan lebih tertata dengan baik.
"Kebijakan dan aturan juga harus sejalan dan mendukung iklim investasi, jangan sampai saling bertentangan, hal ini dapat berdampak pada pembangunan atau pengembangan yang kurang terencana dengan baik, jangan yang penting ada lalu nanti tidak maksimal," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Pelindo Terminal Petikemas Laporkan Peningkatan Arus Peti Kemas Internasional Tahun 2024
Pelindo Solusi Logistik Tebar 1.000 Paket Kebaikan untuk Warga Semarang dan Pengemudi Ojol
Pelindo Multi Terminal Tingkatkan Kesiapsiagaan Operasional Menghadapi Potensi Cuaca Ekstrem
Pelindo Meresmikan Nama Marina Berkelas Internasional di Pelabuhan Benoa
Pelindo Multi Terminal Pastikan Pelabuhan Tanjung Wangi Siap 100% Sambut Angkutan Nataru