Selain itu, nasabah juga diimbau untuk selalu bertransaksi melalui kanal resmi BRI, seperti aplikasi BRImo yang diunduh melalui platform resmi, serta menggunakan ATM, CRM, dan AgenBRILink yang terpercaya.
Baca Juga: Kolaborarts, Inisiatif Internal PHE yang Berujung Apresiasi di PR Excellence Awards 2025
Penggunaan jaringan internet publik yang tidak aman saat bertransaksi digital juga perlu dihindari guna meminimalisasi risiko kebocoran data.
BRI juga mengingatkan pentingnya melakukan pengecekan transaksi secara berkala. Dengan mengaktifkan notifikasi transaksi dan rutin memantau mutasi rekening, nasabah dapat lebih cepat mendeteksi apabila terdapat transaksi yang tidak dikenali.
“Nasabah perlu mewaspadai berbagai modus penipuan yang kerap muncul saat Nataru, seperti penawaran hadiah palsu, promo fiktif, pembayaran pajak hingga tautan mencurigakan yang menyerupai situs resmi,” tambah Saladin.
Baca Juga: SIG Gandeng Agrinas Pangan Nusantara dalam Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
Sebagai bagian dari komitmen menjaga kepercayaan nasabah, BRI juga memperkuat layanan pengaduan dan complaint handling selama periode Nataru.
Penguatan tim dilakukan untuk memastikan setiap laporan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan sesuai dengan standar service level agreement (SLA) yang berlaku.
Dengan kesiapan infrastruktur layanan, penguatan sistem keamanan, serta peran aktif nasabah dalam menjaga data pribadi, BRI optimistis dapat menghadirkan layanan perbankan yang aman, nyaman, dan andal selama libur Natal dan Tahun Baru.***
Artikel Terkait
BRI Luncurkan Fitur Transfer Emas di BRImo, Investasi dan Kirim Hadiah Jadi Kian Praktis
Teras BRI Kapal, Bank Terapung yang Layani Masyarakat Pesisir dan Kepulauan Sejak 2015
Dukung Infrastruktur, BRI Dukung Pembiayaan Sindikasi Rp2,2 Triliun untuk Proyek Flyover Sitinjau Lauik
130 Tahun Perjalanan BRI, Warisan Visioner Raden Bei Aria Wirjaatmadja Teguh Dijalankan
BRI Lakukan Corporate Rebranding Secara Menyeluruh Sebagai Pilar Transformasi
BRI Dukung BUMN Peduli, Perkuat Tanggap Darurat dan Pemulihan Bencana di Sumatera