IPC TPK Perkuat Arus Barang Internasional Lewat Adhoc Service Tambahan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 26 Desember 2025 | 09:30 WIB
IPC TPK melayani layanan adhoc tambahan dari CMA CGM untuk mengantisipasi lonjakan pengiriman akhir tahun dan menjaga kelancaran logistik internasional. (Dok. IPC)
IPC TPK melayani layanan adhoc tambahan dari CMA CGM untuk mengantisipasi lonjakan pengiriman akhir tahun dan menjaga kelancaran logistik internasional. (Dok. IPC)

Kabar BUMN - Memasuki periode akhir tahun 2025, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menunjukkan kesiapan operasionalnya dengan melayani layanan Adhoc Service tambahan yang dibuka oleh shipping line CMA CGM.

Layanan ini dihadirkan sebagai respons atas meningkatnya permintaan pengiriman barang menjelang tutup tahun. Kehadiran layanan tambahan ini juga ditujukan untuk memastikan arus logistik internasional tetap berjalan lancar.

Layanan adhoc tersebut ditandai dengan sandarnya kapal MV Hai Yun di Terminal Operasi 3 IPC TPK Tanjung Priok pada 21 Desember 2025 pukul 15.00 WIB.

Baca Juga: PNM Kembali Salurkan Bantuan dan Perkuat Proses Bangkit Pascabencana ke Aceh Tamiang

Kapal ini melayani rute Shanghai – Jakarta – Singapura dan diharapkan mampu menambah kapasitas angkut dari wilayah Tiongkok dan Intra Asia menuju Indonesia.

Langkah ini sekaligus menjadi solusi untuk mengantisipasi keterbatasan ruang muat yang kerap terjadi saat periode puncak pengiriman.

Corporate Secretary IPC TPK, Pramesti Wulandari, menjelaskan bahwa dukungan terhadap pembukaan layanan baru merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kolaborasi yang efektif dengan berbagai shipping line.

Baca Juga: Tips Membakar Daging dan Sayuran Bagi Pemula Biar Pesta Barberque Sukses

“IPC TPK berkomitmen menjadi mitra strategis perusahaan pelayaran dengan menyediakan layanan terminal yang siap, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan pasar melalui kesiapan operasional dan layanan berbasis perencanaan,” ujar Pramesti.

MV Hai Yun merupakan kapal berbendera Singapura dengan panjang kapal (Length Over All/LOA) 170 meter dan lebar (Beam) 28 meter.

Dalam kunjungannya, kapal ini mencatatkan kegiatan bongkar muat sebanyak 742 petikemas sebelum melanjutkan pelayaran ke Singapura. Seluruh proses sandar dan operasional kapal didukung oleh penerapan layanan berbasis perencanaan terpadu, termasuk berthing on arrival, untuk menekan waktu tunggu kapal di pelabuhan.

Baca Juga: Natal 2025 Dimaknai dengan Aksi Sosial, Karyawan Nasrani PTPN IV Regional III Galang Donasi untuk Korban Bencana

Pentingnya kelancaran layanan pelayaran juga didorong oleh tingginya aktivitas perdagangan Indonesia dengan Tiongkok.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tiongkok masih menjadi tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia sepanjang Januari hingga Oktober 2025 dengan kontribusi sebesar 23,51 persen atau senilai US$52,45 miliar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini