Ia menjelaskan, kerja sama juga mencakup penyusunan kajian pendahuluan dan kajian kelayakan guna memastikan aspek teknis dan komersial proyek lebih terkontrol sejak tahap awal.
“Dengan keterlibatan BBSP KEBTKE, kami optimis pengembangan bioenergi bisa lebih disiplin, terukur, dan berkelanjutan,” kata Hokkop.
PLN EPI menargetkan kerja sama ini segera masuk tahap implementasi mulai awal tahun depan sebagai bagian dari strategi menekan emisi, memperkuat bauran energi nasional, dan menjaga ketahanan energi jangka panjang.
Baca Juga: Arus Balik Nataru Mulai Menguat, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Tetap Terkendali
Melalui penguatan standar dan kolaborasi teknis yang solid, bioenergi bukan hanya menjadi jembatan transisi, tetapi fondasi nyata menuju sistem energi rendah karbon yang andal dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
PLN EPI Pacu Transisi Energi Lewat Co-firing Biomassa Sorgum di PLTU Pelabuhan Ratu
PLN EPI Percepat Pemanfaatan Potensi Bioenergi RI yang Masih di Kisaran 5 Persen per Tahun
Hadirkan Pembangunan Berkelanjutan, PLN EPI Raih Empat Penghargaan di ICA–ISDA 2025
PLN EPI Kolaborasi dengan Panah Perak Megasarana Kembangkan Biomassa untuk Transisi Energi
PLN EPI Tegaskan Kesiapan Energi Primer untuk Dukung Listrik Nasional di Periode Nataru
PLN EPI Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Seminar Beyond The Balance