Kabar BUMN - PT Bio Farma (Persero) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara menggelar program vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Program ini menyasar 725 anak usia 9–13 tahun yang berasal dari berbagai Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di wilayah tersebut.
Peresmian vaksinasi DBD ini merupakan prakarsa Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan dan Puskesmas Tanjung Palas Utara.
Baca Juga: Agen46 Menjangkau Pelosok Bima, BNI Perkuat Inklusi Keuangan dan Ekonomi Desa
Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Panca Agung pada Kamis (8/1/2026) dengan dukungan mitra Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Kesehatan RI, Komite Nasional dan Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas/Komda KIPI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Pemerintah Kabupaten Bulungan, hingga lintas sektor terkait lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Usman, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka dengue melalui berbagai upaya terpadu.
“Kalimantan Utara berkomitmen memperkuat pengendalian dengue secara berkelanjutan melalui upaya komprehensif yang sudah berjalan.
Baca Juga: Rekomendasi Wisata Night Out di Yogyakarta: 7 Spot Malam Minggu yang Tak Boleh Dilewatkan
"Mulai dari penguatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, hingga memberikan penyuluhan kepada masyarakat seputar bahaya dengue,” kata Dr. Usman.
Ia menambahkan, vaksinasi menjadi strategi penting untuk melengkapi langkah-langkah perlindungan yang telah dilakukan.
“Karena itu, program vaksinasi dengue ini kami dorong sebagai strategi yang melengkapi upaya perlindungan yang sudah ada, khususnya untuk kelompok yang paling rentan.
Baca Juga: Lowongan Kerja Pengemudi DAMRI Telah Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
"Inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan target bersama ‘Nol Kematian Akibat Dengue di Tahun 2030’,” tambah Dr. Usman.
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menyampaikan bahwa sebagai produsen vaksin terbesar di Indonesia, Bio Farma memberikan perhatian khusus pada pengembangan inovasi vaksin.
Artikel Terkait
Bio Farma Group Perkuat Dukungan Pemulihan Korban Bencana di Aceh
Bio Farma–Fapon Bioindustries Resmikan Aliansi Strategis Pengembangan IVD dalam Negeri
Tiga Tahun Berturut-Turut, Bio Farma Raih Predikat Informatif KIP RI 2025
Bio Farma dan POGI Gelar Vaksinasi HPV Massal untuk 500 Perempuan
Lebih dari Seribu Dosis Disalurkan, Bio Farma Dukung Vaksinasi Tim Satgas Kemendagri di Aceh Tamiang