"Di antaranya, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembiayaan UMKM bersubsidi melalui program KUR Syariah, peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, sertifikasi halal dan lainnya,” ujarnya.
Baca Juga: InJourney Perkuat Pemulihan Pascabencana di Sumatera lewat Relawan dan Dukungan UMKM
Lebih lanjut, Erwan menilai UMKM merupakan gerbang awal pembiayaan ritel yang memiliki potensi besar apabila dibina secara tepat.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada akses pembiayaan, tetapi juga mencakup pendampingan berkelanjutan, program sertifikasi halal, perluasan akses pasar, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan secara masif dan merata.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong UMKM naik kelas.
Baca Juga: Kerta Gosa, Warisan Kerajaan Klungkung di Bali Timur
“Sinergi antara perbankan, pemerintah, dan off-taker (penjamin pembelian) adalah kunci agar UMKM naik kelas."
"BSI sendiri telah memiliki UMKM Center di berbagai kota di Indonesia sebagai wujud nyata pendampingan kami, mulai dari hulu hingga hilir."
"Kami optimis bahwa dengan strategi yang tepat dan dukungan regulasi yang kuat, segmen UMKM akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi syariah nasional pada tahun 2026,” ujarnya. ***
Artikel Terkait
BSI Optimistis Ekonomi Indonesia Tangguh di Kuartal I 2026
Transaksi Emas Melesat, BSI Andalkan BYOND sebagai Kanal Utama Bank Emas
Pulihkan Layanan Perbankan dan Selamatkan Hak Finansial Warga, BSI Buka Layanan Penukaran Uang Rusak di Aceh
BSI dan BASE Bersinergi Perluas Pembiayaan Proyek Energi Ramah Lingkungan di Indonesia
BSI Hadir untuk Penyintas Bencana, 90 Unit Rumah Hunian Danantara Diserahkan di Aceh Tamiang