Versi terbaru Travoy menghadirkan beragam fitur utama, seperti CCTV real-time dengan teknologi pintar, Travoy Go sebagai solusi pembayaran tol nontunai berbasis RFID, Digital Receipt untuk riwayat transaksi tol, Toll Fee untuk estimasi tarif perjalanan, hingga Travoy Pay untuk layanan multibiller dan top up saldo.
Baca Juga: Suntuk Habis Kerja? 5 Taman di Jakarta Selatan Ini Bisa Jadi Tempat Kabur Sebentar
Selain itu, Travoy juga dilengkapi informasi Rest Area melalui fitur Travoy Rest, Traffic Info untuk kondisi lalu lintas terkini, serta fitur Towing yang memungkinkan pemesanan layanan derek secara daring.
Seluruh fitur tersebut ditujukan untuk membantu pengguna merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman dan efisien.
Dari sisi distribusi arah perjalanan, mayoritas kendaraan meninggalkan Jabotabek menuju arah Timur. Sebanyak 161.546 kendaraan atau 46,9 persen bergerak ke arah Trans Jawa dan Bandung.
Baca Juga: IFG Menata Anak Usaha, Ini Tujuh Klaster yang Disiapkan
Sementara itu, 97.105 kendaraan atau 28,2 persen menuju arah Barat (Merak), dan 85.559 kendaraan atau 24,9 persen mengarah ke Selatan (Puncak).
Secara rinci, kendaraan menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 74.442 unit atau meningkat 15,7 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Untuk arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama, jumlah kendaraan mencapai 87.104 unit atau naik 29,1 persen dari kondisi normal. Total kendaraan ke arah Timur melalui dua gerbang tol tersebut meningkat 22,5 persen dari lalu lintas normal.
Baca Juga: KM Kelimutu Lakukan Evakuasi di Laut Jawa, Delapan Awak TB Equator 10 Berhasil Diselamatkan
Untuk arah Barat, arus kendaraan menuju Merak melalui GT Cikupa tercatat 97.105 kendaraan, yang justru lebih rendah 5,7 persen dibandingkan kondisi normal.
Sementara itu, arus menuju Puncak melalui GT Ciawi mencapai 85.559 kendaraan atau meningkat 10,6 persen dari lalu lintas normal.
"Selain merencanakan perjalanan dengan baik, kami juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, khususnya saat kondisi hujan yang dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko berkendara mengingat prediksi curah hujan menengah hingga tinggi yang diprediksi oleh BMKG terjadi mulai Januari hingga Februari 2026," tutup Rivan.
Baca Juga: Stok Pangan Aceh Aman, BULOG Pastikan Kesiapan Hadapi Tradisi Megang hingga Lebaran
Jasa Marga juga mengingatkan pengguna jalan agar mempersiapkan perjalanan dengan matang, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, mencukupi BBM serta saldo uang elektronik, memanfaatkan rest area untuk beristirahat, dan selalu mematuhi rambu serta arahan petugas.
Artikel Terkait
Jasa Marga Raih Penghargaan di Bisnis Indonesia Logistics Awards 2025, Tegaskan Kepemimpinan di Sektor Infrastruktur Logistik Nasional
Jasa Marga Group Layani 5,8 Juta Kendaraan Selama Arus Nataru 2025/2026
Bantuan Jasa Marga Dukung Kelayakan Hunian Danantara Pascabencana di Aceh
Jasa Marga Dukung Hunian Danantara, Salurkan Bantuan Pemulihan Pascabencana di Aceh
Jasa Marga Luncurkan Versi Terbaru Aplikasi Travoy, Asisten Digital Andalan Pengguna Tol