"ESG harus melindungi manusia, memulihkan alam, sekaligus memproteksi nilai ekonomi. Inilah koreksi peradaban yang kami dorong melalui IGA 2026," ucap La Tofi.
Baca Juga: Besok Waktunya Beli Tiket DAMRI Murah Lewat Promo PayDay
Proses penilaian Indonesia Green Awards dilakukan melalui desk review menggunakan metodologi La Tofi ESG Rating yang mengukur kesesuaian antara risiko dan aksi keberlanjutan perusahaan.
Penilaian ini dilakukan oleh tim independen yang dipimpin oleh Profesor Komunikasi Universitas Indonesia Ibnu Hamad bersama para pakar di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga menjadikan penerapan Good Corporate Governance sebagai fondasi utama dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab.
Baca Juga: Kementerian ESDM Kawal Ketat Pemulihan Blok Rokan Usai Kebocoran Pipa Migas
Implementasi ESG Jasa Marga mencakup penguatan kebijakan kepatuhan, peningkatan pengendalian internal, integrasi aspek keberlanjutan dalam perencanaan investasi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta pelaksanaan program TJSL dan CSR yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan mitigasi dampak lingkungan.
Penghargaan ini semakin meneguhkan komitmen Jasa Marga untuk terus mengintegrasikan TJSL, ESG, dan CSR di seluruh lini bisnis sebagai bagian dari strategi korporasi.
Upaya tersebut ditujukan untuk menghadirkan layanan infrastruktur jalan tol yang andal, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nasional.***
Artikel Terkait
Jasa Marga Dukung Hunian Danantara, Salurkan Bantuan Pemulihan Pascabencana di Aceh
Jasa Marga Luncurkan Versi Terbaru Aplikasi Travoy, Asisten Digital Andalan Pengguna Tol
Arus Libur Isra Mikraj Meningkat, Jasa Marga Dorong Pengguna Tol Manfaatkan Aplikasi Travoy
PT Jasa Marga Catat Arus Kendaraan Keluar Jabotabek Meningkat Saat Libur Isra Mikraj 2026
Peringati Bulan K3 Nasional 2026, Jasa Marga Tegaskan K3 sebagai Budaya Utama Perusahaan