PT Vale Indonesia Memastikan Praktik Pertambangan Berkelanjutan di Pomalaa

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 28 Januari 2026 | 08:00 WIB
PT Vale Indonesia senantiasa berkomitmen terhadap penerapan pengelolaan pertambangan yang baik. (DOK. Vale Indonesia)
PT Vale Indonesia senantiasa berkomitmen terhadap penerapan pengelolaan pertambangan yang baik. (DOK. Vale Indonesia)

Kabar BUMN - Dalam pengembangan proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kolaka, Sulawesi Tenggara, PT Vale Indonesia akan membangun smelter untuk pengolahan nikel.

Hingga akhir 2025 kegiatan PT Vale Indonesia masih berfokus kepada tahapan kegiatan konstruksi, dan akan memulai kegiatan penambangan pada tahun 2026.

Direktur dan Chief of Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Budiawansyah menjelaskan, PT Vale Indonesia senantiasa berkomitmen terhadap penerapan pengelolaan pertambangan yang baik.

Baca Juga: Penumpang WNA Whoosh Meroket, Wisatawan Malaysia Paling Banyak

Tujuannya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk perlindungan kelestarian lingkungan, kesejahteraan, kesehatan dan keselamatan masyarakat,” jelas.

Demikian ditegaskan Budiawansyah saat peluncuran laporan riset dan diskusi publik bertajuk ‘Riset Pembangunan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) dan Pabrik Peleburan HPAL Kolaka Nikel Indonesia (KNI)’ yang digelar Yayasan Satya Bumi di Jakarta, Kamis (22/01/2026).

Budiawansyah menjelaskan temuan yang dilakukan Satya Bumi, di antaranya kajian hidrologi, yang dilakukan sebelum kegiatan penambangan.

Baca Juga: PT TIMAH Gelar Timah Fire Rescue Challenge, Perkuat Budaya K3 Lewat Simulasi Penyelamatan

PT Vale senantiasa menyusun kajian hidrologi untuk mengelola air limpasan tambang sehingga kualitasnya dapat memenuhi parameter baku mutu lingkungan yang disyaratkan sebelum dialirkan ke badan air.

Kajian hidrologi itu mencakup pemetaan daerah tangkapan air; pemetaan arah aliran air limpasan, data rekaman curah dan intensitas hujan.

Selanjutnya, dilakukan perhitungan potensi debit air limpasan, erosi dan sedimentasi; kebutuhan saluran drainase/penyaliran air limpasan hingga desain fasilitas pengelolaan/penangkap sedimen baik struktur dan kapasitas sesuai dengan rencana pembukaan lahan.

Baca Juga: Umrah Makin Mudah, BSI Tebar Promo Spesial di Garuda Umrah Travel Fair 2026

Sementara terkait pembukaan lahan untuk kegiatan penambangan dan penunjang PT Vale di Pomalaa, Budiawansyah menjelaskan, total areal IUPK yang telah dibuka adalah seluas 880,3Ha, atau 4,3% dari total luasan IPUK.

Khusus pada area hutan lindung luas areal yang telah dibuka adalah seluas 82,4HA, atau 0,4% dari total luasan IPUK.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini