Groundbreaking Pemulihan Pascabencana, Hutama Karya Percepat Penguatan Infrastruktur di Aceh

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 29 Januari 2026 | 13:30 WIB
Langkah strategis Hutama Karya mendukung pemulihan akses jalan, mobilitas masyarakat, dan distribusi logistik di Aceh.
Langkah strategis Hutama Karya mendukung pemulihan akses jalan, mobilitas masyarakat, dan distribusi logistik di Aceh.

Kabar BUMN - PT Hutama Karya (Persero) memulai pekerjaan penanganan permanen pada delapan titik kerusakan di ruas jalan nasional Takengon–Kutacane, Aceh.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan konektivitas wilayah pascabencana serta memastikan akses transportasi kembali aman dan andal.

Dimulainya pekerjaan ditandai dengan groundbreaking oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo pada 21 Januari 2026, sekaligus menandai pembangunan permanen delapan jembatan dan penanganan puluhan titik longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Baca Juga: Pendampingan Jadi Kunci, PNM Dorong Pengusaha Mikro Naik Kelas Lewat ULaMM

Penanganan difokuskan pada wilayah Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara, termasuk titik prioritas seperti Mengkudu dan Ketambe.

Infrastruktur yang ditangani meliputi delapan jembatan serta sekitar 30 titik longsoran di sejumlah ruas jalan nasional strategis.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya di Aceh Tenggara.

Baca Juga: Meriahnya Solo Saat Imlek, Panduan Liburan Singkat Menjelajahi Atraksi Budaya dan Kuliner Lezat

Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada pemasangan platform drilling dan perkuatan struktur, terutama di area rawan gerusan sungai.

Upaya ini dilakukan untuk mencegah kerusakan lanjutan dan memastikan stabilitas jalan serta jembatan.

Ruas Takengon–Kutacane memiliki peran penting sebagai jalur utama distribusi logistik dan aktivitas ekonomi antarwilayah.

Baca Juga: LinkUMKM Dorong UMKM Naik Kelas, Lebih dari 14,9 Juta Pelaku Usaha Terhubung Ekosistem Digital BRI

Oleh karena itu, selama pekerjaan berlangsung, Hutama Karya menerapkan pengaturan lalu lintas, termasuk penggunaan jembatan bailey di titik Mengkudu dan sistem buka-tutup jalan di Ketambe.

Pekerjaan penanganan permanen di delapan titik ini ditargetkan selesai dalam waktu 8–9 bulan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: hutamakarya.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini