Ruas ini juga memangkas waktu tempuh Klaten–Yogyakarta dari sekitar 45 menit menjadi sekitar 20 menit, sekaligus mempermudah akses menuju kawasan pariwisata strategis seperti Candi Prambanan.
Baca Juga: Krakatau Steel Resmikan The Level dan Proyek Strategis, Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi
Sementara itu, jalur fungsional Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa–Bawen yang disiapkan oleh PT Jasamarga Jogja Bawen terhubung langsung dengan Jalan Tol Trans Jawa Ruas Semarang–Solo.
Jalur ini dinilai strategis dalam mendukung distribusi arus kendaraan selama periode mudik dan balik.
"Jalur fungsional Ambawara-Bawen akan menjadi alternatif bagi pengguna jalan dari arah Jalan Tol Semarang-Solo yang keluar melalui Gerbang Tol Bawen yang menuju sejumlah wilayah tujuan mudik seperti Magelang dan Temanggung.
Baca Juga: Meriahnya Solo Saat Imlek, Panduan Liburan Singkat Menjelajahi Atraksi Budaya dan Kuliner Lezat
"Jalur fungsional ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang selama ini kerap terjadi di Exit Bawen pada periode Lebaran.
"Dengan tidak adanya persimpangan dan lampu lalu lintas di ruas tol," lanjut Rivan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyambut positif pengoperasian dua jalur fungsional tersebut yang dinilai mampu memecah kepadatan arus mudik dan balik di wilayah DIY dan Jawa Tengah.
"Kami menyambut gembira dengan adanya ruas tol fungsional Yogyakarta-Bawen, tentunya bangkitan arus yang dari Jakarta dan Semarang menuju Solo dan Yogyakarta nanti bisa terpecah, sehingga skenario rekayasa lalu lintas menjadi lebih tepat, termasuk pemberlakuan one way atau contraflow bila diperlukan.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan Jasa Marga dan para pemangku kepentingan terkait untuk menyiapkan pengaturan akses masuk dan keluar tol, termasuk di jalur fungsional Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo segmen Prambanan-Purwomartani.
"Dengan demikian, diharapkan saat Operasi Ketupat nanti arus lalu lintas dapat berjalan lancar dan terkendali," kata Agus.
Baca Juga: PT Timah Area Kundur Tingkatkan Budaya K3 Lewat Perlombaan Tanggap Darurat
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan menambahkan bahwa pengoperasian jalur fungsional menjadi langkah penting dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026, mengingat DIY dan Jawa Tengah merupakan tujuan favorit masyarakat.
Artikel Terkait
Jasa Marga Luncurkan Versi Terbaru Aplikasi Travoy, Asisten Digital Andalan Pengguna Tol
Arus Libur Isra Mikraj Meningkat, Jasa Marga Dorong Pengguna Tol Manfaatkan Aplikasi Travoy
PT Jasa Marga Catat Arus Kendaraan Keluar Jabotabek Meningkat Saat Libur Isra Mikraj 2026
Peringati Bulan K3 Nasional 2026, Jasa Marga Tegaskan K3 sebagai Budaya Utama Perusahaan
Kelola Sampah Berkelanjutan, Jasa Marga Raih Indonesia Green Awards 2026