"Varietas yang kami gunakan adalah bibit unggul dengan produktivitas tinggi guna mendukung ekosistem hilirisasi industri kelapa PTPN I," jelas Misran.
Secara nasional, progres penyiapan lahan terus dilaporkan ke Kantor Pusat PTPN I.
Baca Juga: PHE Bukukan Performa Kuat Sepanjang 2025, Produksi dan Cadangan Migas Nasional Terjaga
Pada awal Januari, Regional 1 (Sumatera Utara) melaporkan kesiapan 300 hektare di Kebun Helvetia dan Bulu Cina, Deli Serdang, yang dijadwalkan tanam perdana Februari 2026.
Regional lainnya juga menyampaikan kesiapan lahan minimal 1.000 hektare untuk tahap pertama.
Dengan proyeksi pengembangan yang masif, PTPN I optimistis menjadi produsen kelapa dan produk turunan terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Pantai Tersembunyi di Gunungkidul, Cocok untuk Me Time tapi Tetap Waspada Saat Musim Hujan
Selain memperkuat kedaulatan pangan, industri ini juga diproyeksikan menjadi sumber pendapatan perusahaan yang menjanjikan.
"Saat kami merancang program ini setahun lalu, sejumlah perusahaan swasta produsen santan dan tepung kelapa sudah menyatakan minat untuk bekerja sama.
"Ini membuktikan bahwa ekosistem industri kelapa terintegrasi yang kami bangun sangat prospektif secara bisnis," pungkas Teddy.***
Artikel Terkait
Ingin Punya Pengalaman Kerja di BUMN? Cek Program Magang PTPN I Regional 6 Ini
Kesempatan Berkarier di PTPN I untuk Mahasiswa Tingkat Akhir, Simak Info Lengkap Lowongan Magangnya
PTPN I Buka Magang Keuangan, Peluang Mahasiswa Akhir Masuk BUMN
Pulihkan Kesuburan Tanah Secara Alami, PTPN I Hadirkan “Pupuk yang Hidup”
PTPN I Produksi CO2 Cair Halal Berkualitas Tinggi dan Bernilai Ekonomi