Manfaat coral garden tidak hanya dirasakan dari sisi ekologi dan perikanan, tetapi juga sektor pariwisata. Terumbu karang buatan ini berkembang menjadi daya tarik baru untuk aktivitas snorkeling dan diving.
Pengunjung dapat menikmati keindahan bawah laut serta berinteraksi langsung dengan biota laut di lokasi tersebut.
Baca Juga: Pantai Gigi Hiu, Lampung Punya Gugusan Karang Unik yang Jadi Spot Foto Favorit
Ramadan, seorang nelayan di Penyusuk, mengungkapkan bahwa dirinya merasakan langsung manfaat coral garden yang dipasang oleh PT TIMAH Tbk.
“Yang paling kami rasakan adalah kami tidak perlu lagi melaut jauh, karena coral garden dipasang hanya sekitar satu mil dari pantai. Ikannya juga banyak seperti kakap merah. Kami juga lebih hemat biaya bahan bakar,” katanya.
Sebagai pelaku usaha wisata, Rama juga menilai kehadiran coral garden sangat membantu aktivitas pariwisata.
“Saya biasanya membawa tamu ke Pulau Putri dari Pantai Penyusuk. Dengan adanya titik coral garden, kami bisa menunjukkan kepada wisatawan lokasi snorkeling yang bagus, sehingga mereka bisa melihat ikan. Saya berharap program ini terus berlanjut agar semakin banyak titik coral garden,” ujarnya.
Secara keseluruhan, upaya PT TIMAH Tbk dalam mengembangkan coral garden sejalan dengan penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
Prinsip ini menempatkan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dari strategi bisnis perusahaan, tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga demi generasi mendatang. ***
Artikel Terkait
PT Timah Area Kundur Tingkatkan Budaya K3 Lewat Perlombaan Tanggap Darurat
Dari Simulasi hingga Aksi, PT TIMAH Area Kundur Gelar Lomba Tanggap Darurat 2026
Edukasi Lingkungan Lewat Aksi Nyata, Pelajar Bangka Turut Tanam Mangrove Bersama PT TIMAH
Bangun SDM Berkualitas, PT TIMAH Tbk Dorong Pelatihan TOT, P3K, dan Penyusunan SOP
Dorong UMKM Naik Kelas, PT TIMAH Tbk Libatkan Pelaku Usaha Lokal dalam Kegiatan Perusahaan