Menurut Parulian, Sulawesi Tenggara memiliki potensi pertambangan dan hilirisasi yang besar sehingga membutuhkan pembangkit yang responsif dan fleksibel.
Baca Juga: Kolaborasi InJourney Group Perkuat Kapasitas Pedagang Pantai di Kawasan The Nusa Dua
“Gas turbin seperti PLTG Kolaka dirancang responsif dan fleksibel. Karakter beban industri smelter yang fluktuatif membutuhkan pembangkit yang mampu menyesuaikan perubahan demand secara cepat. Inilah peran strategis PLTG Kolaka dalam sistem,” ujarnya.
Parulian juga menekankan bahwa relokasi pembangkit ini menunjukkan konsistensi PLN Group dalam menghadirkan listrik untuk menjawab lonjakan permintaan melalui pembangunan infrastruktur pembangkitan, transmisi, dan distribusi.
“Momentum COD ini juga menjadi momentum strategis bagi pembangunan daerah. Listrik yang cukup dan andal adalah prasyarat tumbuhnya investasi. Dengan beroperasinya PLTG Kolaka, iklim usaha di Sulawesi Tenggara semakin kondusif dan peluang ekonomi semakin terbuka,” tambahnya.
Baca Juga: PT Agrinas Jaladri Nusantara Cari Talenta General Affairs untuk Penempatan Jakarta Selatan
Keberhasilan proyek ini merupakan hasil kolaborasi PLN Group, PLN NP, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan.
Dengan pengoperasian PLTG Kolaka, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya menghadirkan listrik yang andal, efisien, berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara secara inklusif. ***
Artikel Terkait
Jakarta Electric PLN Mobile Sapu Bersih Popsivo Polwan, Putaran Pertama Proliga 2026 Ditutup Gemilang
Konsumsi Listrik Nasional 2025 Tumbuh Positif, Penjualan PLN Tembus 317,69 TWh
PLN Amankan Transmisi Bireuen–Takengon Usai Sinkhole, Pasokan Listrik Aceh Kembali Stabil
PLN Dukung Kolaborasi Global IBC dan Mitra untuk Percepat Hilirisasi Industri Baterai Terintegrasi Nasional
PLN Catatkan Pemanfaatan FABA PLTU Lebih dari 3 Juta Ton, Perkuat Ekonomi Sirkuler