Hutama Karya Bangun Stasiun MRT Glodok–Kota, Integrasi Transportasi Pusat Kota Terus Diperkuat

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 09:45 WIB
Stasiun MRT Glodok–Kota dibangun untuk mendukung pergerakan masyarakat yang lebih efisien sekaligus memperkuat konektivitas kawasan beraktivitas tinggi.
Stasiun MRT Glodok–Kota dibangun untuk mendukung pergerakan masyarakat yang lebih efisien sekaligus memperkuat konektivitas kawasan beraktivitas tinggi.

Kabar BUMN - PT Hutama Karya (Persero) tengah mengerjakan pembangunan Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota MRT Jakarta di kawasan pusat kota yang padat aktivitas.

Proyek ini diharapkan memperkuat konektivitas kawasan Kota Tua sekaligus menyediakan pilihan transportasi publik yang lebih tertib dan terintegrasi bagi masyarakat.

Pembangunan stasiun tersebut merupakan bagian dari MRT Jakarta Fase 2A, dengan koridor sepanjang sekitar 1,33 kilometer yang menghubungkan Stasiun Mangga Besar hingga Stasiun Jakarta Kota.

Baca Juga: Simak! Ini Ide Menu Sahur yang Bikin Kamu Kenyang Seharian

Fokus pekerjaan tidak hanya pada infrastruktur rel, tetapi juga penataan akses pejalan kaki, koneksi antarmoda, serta peningkatan kualitas ruang publik di sekitarnya.

Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya bekerja sama dengan Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC) melalui skema joint operation, sementara PT MRT Jakarta (Perseroda) bertindak sebagai penyelenggara proyek.

Keberadaan stasiun ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, membuat waktu perjalanan lebih efisien, serta mendukung pergerakan menuju kawasan wisata, perdagangan, dan kuliner di Glodok–Kota tanpa menambah beban kemacetan.

Baca Juga: Flash Sale Valentine DAMRI 14 Februari 2026: Tiket AKAP Diskon Hingga 70 Persen

Integrasi antarmoda yang dirancang dari sudut pandang pengguna menjadi kunci agar perpindahan transportasi di kawasan pusat kota dapat berlangsung lebih nyaman dan aman.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa pekerjaan stasiun bawah tanah ini menunjukkan progres yang signifikan dengan target penyelesaian pekerjaan pada semester I 2027.

“Hingga Rabu (28/1) kami mencatatkan progres 82%. Sejumlah pekerjaan yang tengah dilakukan pekerjaan struktur entrance, pekerjaaan arsitek dan mep stasiun. Kehadirannya nanti akan memberi manfaat nyata bagi mobilitas warga dan penataan transportasi publik perkotaan,” ujarnya. 

Baca Juga: PT TIMAH Tbk Salurkan Bantuan Biaya Pengobatan untuk Warga Bangka Selatan yang Alami Kelumpuhan

Dalam pekerjaan perkotaan, Hutama Karya memandang pengendalian dampak sebagai bagian dari tanggung jawab bekerja di kawasan yang hidup.

Keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari struktur yang berdiri, tetapi juga dari bagaimana pekerjaan berlangsung tanpa memutus akses warga, tanpa mengganggu kegiatan ekonomi secara berlebihan, serta tanpa mengurangi rasa aman publik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: hutamakarya.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini