Kabar BUMN - PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui peremajaan fasilitas produksi.
Bersama anak usahanya, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), perusahaan meresmikan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 yang menjadi bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan swasembada pangan di tengah tantangan industri dan kebutuhan pupuk yang terus meningkat.
Baca Juga: Pelindo Dukung Womenpreneurs Kriya Lewat Partisipasi di INACRAFT 2026
Revamping ini menjadi strategi penting dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus keandalan operasional pabrik.
Dengan peremajaan tersebut, Pupuk Indonesia Group mampu menekan biaya produksi serta mengurangi dampak lingkungan dari proses industri pupuk, sehingga mendukung produksi yang lebih berkelanjutan.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa modernisasi Pabrik-2 Pupuk Kaltim membawa dampak signifikan terhadap efisiensi energi.
Baca Juga: Menyingkap Makna Warna Merah dan Emas yang Identik dengan Perayaan Imlek
Modernisasi ini mampu menurunkan konsumsi gas sebesar 4 MMBtu per ton amonia atau lebih dari 10 persen dibandingkan kondisi sebelumnya. Selain itu, peningkatan efisiensi tersebut turut menekan emisi karbon hingga 110.000 ton CO2 per tahun.
“Modernisasi pabrik ini merupakan cerminan visi besar negara dalam membangun kemandirian industri pupuk sebagai fondasi keberlanjutan swasembada pangan, sebuah visi yang terus kami lanjutkan hingga hari ini,” ujar Rahmad.
Proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 mulai dijalankan sejak November 2023 pada pabrik yang telah beroperasi sejak 1984.
Baca Juga: Diskon 70 Persen Tiket DAMRI! Flash Sale Spesial Valentine Siap Bikin Perjalanan Makin Hemat
Selama puluhan tahun, Pabrik-2 Pupuk Kaltim menjadi salah satu tulang punggung produksi perusahaan dengan kapasitas mencapai 595 ribu ton amonia dan 570 ribu ton urea per tahun.
Dalam proses modernisasi, sejumlah peralatan utama diperbarui, termasuk sistem shift converter, Ammonia Converter, serta CO2 removal system.
Pabrik juga dilengkapi sistem otomatisasi dan digitalisasi melalui penerapan Distributed Control System (DCS) yang memungkinkan pengendalian proses lebih presisi, pemantauan real-time, serta analisis gangguan yang lebih cepat.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Lowongan Magang Agronomis di Pupuk Kaltim: Peluang Emas Dukung Pertanian Berkelanjutan
Kolaborasi dengan Pemkot Bontang dan Masyarakat, Pupuk Kaltim Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Pulau Gusung
Akselerasi Transisi Energi, Pupuk Kaltim Latih Masyarakat Bontang Kuasai Konversi Motor Listrik
PEDALGAS SUPER Resmi Mengaspal: Langkah Baru Pupuk Kaltim Tekan Stunting di Bontang Kuala
Produksi Lampaui Target, Pupuk Kaltim Mantap Jaga Kinerja Berkelanjutan hingga 2026