Perluas Akses Medis di Bali Barat, Hutama Karya Tangani Proyek RSU Adhyaksa Bali

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Minggu, 15 Februari 2026 | 20:00 WIB
Proyek yang digarap Hutama Karya ini ditargetkan meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus mendorong keterlibatan tenaga kerja dan rantai pasok lokal.
Proyek yang digarap Hutama Karya ini ditargetkan meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus mendorong keterlibatan tenaga kerja dan rantai pasok lokal.

Kabar BUMN - Pembangunan fasilitas kesehatan di Bali bagian barat memasuki tahap baru setelah PT Hutama Karya (Persero) resmi menandatangani kontrak pembangunan RSU Adhyaksa Bali.

Penandatanganan dilakukan pada 12 Februari 2026 di Jakarta sebagai langkah lanjutan penguatan layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Rumah sakit ini akan dibangun di Kabupaten Jembrana, Bali, dengan tipe C dan ditujukan untuk memperluas akses layanan medis bagi masyarakat Bali barat dan daerah penyangga.

Baca Juga: Syarat dan Ketentuan Diskon Tiket Kereta 30 Persen Lebaran 2026, Cek Sebelum Kehabisan

Proyek dilaksanakan dengan skema rancang bangun (design & build) selama 300 hari kalender.

Bangunan rumah sakit direncanakan memiliki lima lantai dan satu semi-basement dengan luas hampir 17 ribu meter persegi.

Fasilitas yang disiapkan mencakup layanan rawat jalan, IGD, rawat inap, laboratorium, radiologi, farmasi, serta fasilitas penunjang operasional lainnya.

Baca Juga: Kesempatan Magang UI/UX Designer di Anak Usaha PNM Group, Terbuka untuk Lulusan SMA

Dari sisi desain, rumah sakit ini mengusung konsep Neo Vernakular yang memadukan arsitektur lokal Bali dengan standar bangunan medis modern.

Pendekatan tersebut diterapkan pada fasad, pemilihan material, hingga pengaturan zona ruang agar tetap fungsional sekaligus selaras dengan lingkungan tropis setempat.

Kepala Bagian (Kabag) Prasarana, Sarana dan Rumah Tangga pada Biro Umum Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin), Afni Carolina, menyampaikan bahwa pembangunan RSU Adhyaksa Bali merupakan kelanjutan dari tahapan pekerjaan yang telah berjalan sebelumnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan, PT Timah Bersama Kagama Babel Gelar Aksi Donor Darah untuk Masyarakat

“Pada tahap berikutnya, pelaksanaan proyek akan dilanjutkan dan dipimpin oleh Hutama Karya. Kami meyakini Hutama Karya telah melakukan pembelajaran serta evaluasi dari tahapan sebelumnya, sehingga pelaksanaan pekerjaan dengan waktu 300 hari kalender dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai target,” ujarnya. 

Untuk memastikan pengendalian mutu dan koordinasi proyek berjalan efektif, Hutama Karya menerapkan Building Information Modeling (BIM) sebagai bagian dari proses perencanaan dan pelaksanaan konstruksi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: hutamakarya.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini