Candi Prambanan Bersinar di Malam Mahashivaratri, Spiritualitas dan Budaya Menyatu

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:00 WIB
Ribuan dipa menyala di pelataran Candi Prambanan, menghadirkan suasana sakral sekaligus magis.
Ribuan dipa menyala di pelataran Candi Prambanan, menghadirkan suasana sakral sekaligus magis.
 
Kabar BUMN - Perayaan Mahashivaratri di Candi Prambanan menjadi penutup rangkaian Prambanan Shiva Festival yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia.
 
Kegiatan ini menandai upaya menjadikan Prambanan sebagai living monument, yakni sebuah warisan budaya yang terus hidup dan dilestarikan secara turun-temurun.

Rangkaian acara diawali kirab budaya sejauh lima kilometer dari Candi Kedulan menuju Prambanan dengan membawa benda sakral dan air suci dari berbagai daerah.

Baca Juga: Hutama Karya Tuntaskan RSUD Kota Bima, Percepat Layanan Medis untuk Bima dan Dompu

Prosesi dilanjutkan ritual penyucian air, penyalaan 1.008 pelita, pertunjukan visual, hingga upacara Abhisekam yang berlangsung semalam suntuk sebagai simbol doa dan meditasi untuk kedamaian.

Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, menyampaikan pentingnya menjaga harmoni antara pelestarian nilai spiritual dengan penguatan sektor pariwisata.

Ia memaparkan bahwa festival ini adalah bukti nyata bahwa situs warisan dunia bisa berperan ganda sebagai ruang ibadah yang khidmat sekaligus destinasi budaya berkelas internasional.

Baca Juga: Lowongan Magang BUMN Dibuka Lagi, PT Len Industri Cari Mahasiswa untuk Posisi Admin, Buruan Daftar!

“Prambanan Shiva Festival merupakan bukti bahwa kami ingin candi ini tidak hanya berdiri kokoh sebagai monumen masa lalu, tetapi benar-benar hidup sebagai warisan budaya yang sakral. Dari sisi pariwisata, kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” jelasnya.

Direktur InJourney Destination Management, Febrina Intan, menambahkan bahwa perhelatan ini merupakan harmonisasi ruang spiritual, dan kekayaan seni budaya. Ruang yang mempertemukan inklusivitas dengan sakralitas, serta modernitas melebur dengan tradisi.

“Keagungan Prambanan kita harapkan hadir secara inklusif, sebagai ruang yang terbuka bagi siapa saja untuk dapat ikut mengagumi, menghargai, dan terinspirasi oleh keagungan situs suci ini. Kita ingin menunjukkan bahwa spiritualitas tidak harus memisahkan, tetapi justru menyatukan,” jelasnya.

Baca Juga: 1.400 Kepiting Ditebar, PT TIMAH Perkuat Ekosistem Mangrove di Kepulauan Riau

Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty, mengapresiasi Mahashivaratri di Candi Prambanan ini.

Menurutnya, Candi Prambanan sebagai kuil Shiva terbaik yang pernah ia lihat di dunia, memiliki potensi besar untuk dikunjungi wisatawan yang berasal dari India.

“Kami akan mendorong agar wisatawan India, yang jumlahnya besar di Bali, juga diarahkan berkunjung ke Yogyakarta termasuk menyaksikan langsung kekayaan warisan budaya seperti Candi Prambanan,” jelasnya.

Baca Juga: Dari Trek Balap Jadi Spot Wisata, Sirkuit Mandalika Hadirkan Ngabuburit Berbeda

Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya menegaskan Mahashivaratri adalah momentum untuk membangun manusia Indonesia yang utuh secara lahir, batin, dan sosial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: injourneydestination.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini