BNI Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Data Pribadi, Verifikasi Sebelum Bertindak

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Minggu, 22 Februari 2026 | 13:00 WIB
Satu langkah penting: verifikasi dulu. BNI tidak pernah meminta PIN, OTP, atau password.
Satu langkah penting: verifikasi dulu. BNI tidak pernah meminta PIN, OTP, atau password.

Kabar BUMN - Kasus penipuan yang mengatasnamakan instansi resmi kembali diingatkan kepada masyarakat.

Pelaku biasanya mencatut nama rumah sakit, aparat, sekolah, bank, pajak, hingga lembaga pemerintah untuk meyakinkan korban.

Salah satu pola yang sering digunakan adalah menyampaikan kabar darurat.

Baca Juga: Lowongan Kerja Bandung: GDPS Butuh Operator SPBU, Minimal SMA/SMK

Penipu bisa mengaku ada kecelakaan, kehilangan, atau masalah hukum yang melibatkan keluarga korban.

Tujuannya membuat penerima pesan panik sehingga langsung mengikuti instruksi tanpa sempat memeriksa kebenarannya.

Setelah korban panik, pelaku biasanya mendesak agar data segera diberikan.

Baca Juga: Ingin Ngabuburit Gratis di Semarang? Ini 3 Spot yang Bisa Kamu Kunjungi di Waktu Ramadan!

Mulai dari identitas pribadi, kode OTP, hingga permintaan transfer uang dengan alasan mendesak.

Jika korban menuruti, data tersebut berisiko disalahgunakan.

Modus ini juga kerap mencatut nama bank, termasuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).

Baca Juga: Perkuat Bank Sampah di Berbagai Daerah, PT Timah Dorong Pengelolaan Limbah Berkelanjutan

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak langsung percaya saat menerima pesan yang mengaku dari instansi resmi.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan jika menerima pesan mencurigakan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: Instagram @bni46

Tags

Artikel Terkait

Terkini