Pastikan Keselamatan Angkutan Lebaran, Whoosh Andalkan Sistem Teknologi Canggih Terintegrasi

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Minggu, 8 Maret 2026 | 13:00 WIB
Menjelang Angkutan Lebaran, operasional Whoosh diperkuat dengan sistem pengawasan teknologi terintegrasi yang bekerja selama 24 jam untuk menjaga keselamatan perjalanan.
Menjelang Angkutan Lebaran, operasional Whoosh diperkuat dengan sistem pengawasan teknologi terintegrasi yang bekerja selama 24 jam untuk menjaga keselamatan perjalanan.

Kabar BUMN - Menjelang periode Angkutan Lebaran 1447 Hijriah, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional Kereta Cepat Whoosh tetap berjalan aman dan terkendali.

Hal ini didukung oleh sistem keselamatan berlapis yang mengintegrasikan sarana kereta, infrastruktur jalur, serta pusat kendali operasi.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa persiapan Angkutan Lebaran tidak hanya berfokus pada peningkatan layanan penumpang, tetapi juga pada keandalan sistem pengawasan operasional yang bekerja selama 24 jam secara real time.

Baca Juga: Ide Hampers Lebaran untuk Sahabat dan Keluarga yang Berkesan dan Bermanfaat

Untuk mendukung pengawasan jalur, KCIC memasang 1.846 unit CCTV di berbagai titik penting, mulai dari jalur utama, terowongan, stasiun, depo, gardu traksi, hingga di dalam rangkaian kereta.

Seluruh perangkat tersebut terhubung langsung dengan Operation Control Center (OCC) sehingga kondisi operasional dapat dipantau secara langsung.

Selain itu, jalur kereta cepat juga dilengkapi berbagai sensor pemantau kondisi lingkungan.

Baca Juga: Ramadhan Festive KAI Hadir! Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Diskon 30 Persen, Catat Cara Dapatkannya

Sistem ini mencakup sensor kecepatan angin, sensor curah hujan, deteksi benda asing di jalur, serta perangkat pemantau gempa bumi yang bekerja secara otomatis.

Melalui sistem Railway Disaster Monitoring System, parameter cuaca seperti hujan dan angin dipantau secara terus-menerus.

Jika kondisi melampaui batas aman, sistem dapat secara otomatis memicu pembatasan kecepatan kereta hingga penghentian perjalanan.

Baca Juga: NgabubuDrift Mandalika Digelar Hari Ini, Pengunjung Bisa Menikmati Drift dan Sunset Tanpa Tiket

KCIC juga mengandalkan Earthquake Early Warning Monitoring System yang mampu mendeteksi aktivitas gempa.

Saat terdeteksi getaran dengan ambang tertentu, sistem akan langsung mengaktifkan pengereman darurat serta mengubah sinyal perjalanan menjadi merah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: kcic.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini