Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan pengelolaan aset sekaligus mendukung pengembangan layanan transportasi kereta api.
Hal ini dibahas dalam pertemuan antara Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Jaksa Agung RI ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Senin (9/3) lalu.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membicarakan penguatan kerja sama, khususnya terkait optimalisasi pemanfaatan aset KAI serta dukungan hukum bagi berbagai program pengembangan perusahaan.
Baca Juga: Hadapi Arus Mudik 2026, Jasa Marga Perkuat Kesiapan Lewat Apel Siaga Operasional
Kejaksaan Agung menyatakan dukungannya terhadap langkah KAI dalam memperbaiki tata kelola aset, termasuk penataan aset milik negara (BMN) dan aset perusahaan.
Selain itu, dibahas pula peluang pengembangan sektor perkeretaapian, salah satunya rencana reaktivasi jalur kereta yang sudah tidak beroperasi untuk memperluas konektivitas transportasi.
KAI dan Kejaksaan Agung juga sepakat memperpanjang kerja sama yang telah berjalan sebelumnya.
Baca Juga: ANTARA Buka Lowongan Kerja untuk Posisi Finance, Accounting, dan HR Officer
Kolaborasi ini mencakup pendampingan pengelolaan aset, bantuan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara (Datun), hingga pemberian legal opinion untuk mendukung pengembangan korporasi maupun organisasi.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa sinergi antara KAI dan Kejaksaan Agung merupakan langkah penting untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mendukung pengembangan layanan perkeretaapian secara berkelanjutan.
“Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antara instansi pemerintah dan BUMN untuk saling mendukung dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing.
Baca Juga: PNM Dampingi Perempuan Penggerak Roda Ekonomi, dari Skala UMKM hingga Nasional
'Dengan dukungan dari Kejaksaan Agung, KAI dapat semakin optimal dalam mengelola aset perusahaan serta memastikan setiap langkah pengembangan korporasi berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Bobby.
Bobby menambahkan bahwa kolaborasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi antara kedua institusi serta memberikan nilai tambah dalam pengelolaan aset negara dan peningkatan layanan transportasi kereta api bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Face Recognition KAI Digunakan Jutaan Penumpang di Awal 2026, Kurangi Cetak Tiket
Ramadan Festive KAI, Ada Promo Flash Sale Mulai 150 Ribu pada 9 Maret 2026
Distribusi Batu Bara KAI Tetap Kuat di Awal 2026, Dukung Pasokan Energi Jelang Lebaran
KAI Services Latih 180 Petugas Cleaning di Yogyakarta Jelang Angkutan Lebaran 2026
KAI Tebar Diskon Tiket 30% di Ramadan Festive 2026, Kesempatan Hemat untuk Mudik