Tiga Tahun MIND ID, Hilirisasi Tambang Menguat, Kontribusi ke Pasar Global Meluas

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 25 Maret 2026 | 09:00 WIB
MIND ID menegaskan posisinya sebagai motor penggerak hilirisasi nasional sekaligus mulai memperluas kontribusi dalam rantai pasok global. (DOK. MIND ID)
MIND ID menegaskan posisinya sebagai motor penggerak hilirisasi nasional sekaligus mulai memperluas kontribusi dalam rantai pasok global. (DOK. MIND ID)

Kabar BUMN - Tiga tahun menjadi strategic active holding, MIND ID, Holding Industri Pertambangan Indonesia, catatkan kinerja yang terus menguat.

MIND ID menegaskan posisinya sebagai motor penggerak hilirisasi nasional sekaligus mulai memperluas kontribusi dalam rantai pasok global.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan mandat strategis pemerintah yang selaras dengan arah industrialisasi nasional.

Baca Juga: KAI Services Cek Langsung Kondisi Gambir, Antisipasi Lonjakan Penumpang Lebaran

“Kami memastikan setiap komoditas tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi menjadi bagian dari rantai pasok industri yang terintegrasi dan bernilai tambah tinggi,” ujar Maroef.

Selama tiga tahun terakhir, penguatan MIND ID ditopang sinergi antar anggota grup, yakni ANTAM, Bukit Asam, Freeport Indonesia, INALUM, TIMAH, dan Vale Indonesia.

Integrasi ini menjadi fondasi dalam membangun ekosistem industri berbasis sumber daya alam yang lebih kompetitif.

Baca Juga: Pergerakan Arus Balik 2026 Mulai Menguat, Whoosh Ramai di Jalur Bandung–Jakarta

Dalam periode ini, MIND ID mengembangkan proyek strategis, seperti fasilitas pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini memperkuat rantai pasok aluminium nasional dari hulu ke hilir.

Selain itu, MIND ID juga mempercepat integrasi rantai pasok emas nasional melalui sinergi lintas entitas, termasuk dengan beroperasinya fasilitas pemurnian logam mulia di Gresik.

Tak hanya itu, MIND ID turut memainkan peran penting dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan energy storage berbasis nikel.

Baca Juga: PalmCo Tancap Gas Usai Lebaran, Proyek Hilirisasi Segera Dimulai

Inisiatif ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam rantai pasok global industri energi masa depan.

Menurut Maroef, integrasi yang dibangun tidak hanya meningkatkan kinerja korporasi, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional, mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah, serta menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini