Pertumbuhan aset meningkat menjadi Rp43,92 triliun didorong oleh penambahan aset tetap strategis. Realisasi belanja modal (CapEx) sebesar Rp4,55 triliun difokuskan pada pengembangan infrastruktur jangka panjang, termasuk proyek angkutan batu bara relasi Tanjung Enim – Kramasan.
Baca Juga: Gempa di Bitung dan Ternate, ASDP Pastikan Penyeberangan Tetap Berjalan Aman
Memasuki tahun 2026, PTBA menyambut positif persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tanpa adanya pemotongan volume produksi. Perseroan membidik target produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton pada tahun ini.
Arsal menambahkan, strategi cost leadership melalui skema selective mining dan optimasi rantai pasok akan terus menjadi mesin utama perusahaan untuk menjaga daya saing.
“PTBA optimis dapat menjaga kinerja positif yang berkelanjutan untuk berkontribusi pada perekonomian bangsa serta menjaga ketahanan energi nasional,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
PTBA Serahkan Fasos dan Fasum ke Warga Bara Lestari, Perkuat Sinergi Bangun Permukiman Berkelanjutan
PTBA Sinkronkan Program TJSL 2026 di Lawang Kidul, Pastikan Sesuai Kebutuhan Masyarakat dan Tepat Sasaran
EcoGrow Mom PTBA Dorong Perempuan Desa Bangkit, Sulap Pekarangan Jadi Sumber Pangan dan Ekonomi
Botol Plastik Jadi Poin, Ini Cara Kerja Reverse Vending Machine dari PTBA
Ubah Sampah Jadi Rupiah, PTBA Luncurkan Mesin Canggih untuk Kelola Botol Plastik
UMKM Binaan PTBA Naik Kelas, Hasilkan Produk Berdaya Saing Tinggi di Pasar Ibu Kota