Kabar BUMN - Dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah terus dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal.
Salah satunya melalui program Rumah BUMN Belitung yang dikelola PT TIMAH. Program ini membantu pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkenalkan produknya ke lebih banyak konsumen.
Hal tersebut dirasakan langsung oleh Dian, pemilik Studio Dian Tantra yang menjalankan usaha berbasis kerajinan tangan. Hobi yang ia tekuni sejak lama perlahan berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Baca Juga: Barang Tertinggal di Stasiun? Ikuti Langkah Ini Agar Cepat Kembali ke Tanganmu
“Alhamdulillah, sejak bergabung dengan Rumah BUMN Belitung, produk kami semakin dikenal luas,” ujarnya.
Sejak usia muda, Dian memang memiliki ketertarikan pada berbagai jenis kerajinan handmade.
Meski tidak menempuh pendidikan formal di bidang tersebut, ia belajar secara otodidak hingga mampu menciptakan beragam produk kreatif bernilai jual. Ketekunan tersebut menjadi modal awal dalam membangun bisnisnya.
Baca Juga: Kesempatan Kerja di Bidang Outsourcing, Lowongan Marketing Bakal Ditutup 14 April
Perjalanan usahanya dimulai dari permintaan sederhana untuk membuat kado pernikahan bagi seorang teman. Pesanan tersebut ternyata membuka peluang baru karena setelahnya semakin banyak permintaan yang datang.
“Awalnya saya hanya membuat kado pernikahan untuk teman. Dari situ, alhamdulillah mulai banyak pesanan dan usaha terus berkembang,” jelas Dian.
Kini, Studio Dian Tantra yang berlokasi di Jalan Padang Terkukur, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, menghadirkan berbagai produk. Mulai dari kerajinan decoupage, dompet koin, tas, gantungan kunci, bros, gelang keramik, topi ecoprint, hingga lilin aromaterapi.
Baca Juga: Dari Menara Tele ke Efrata, Perjalanan Singkat dengan View Alam yang Bikin Takjub
Setiap produk dibuat dengan sentuhan personal yang menjadi ciri khas tersendiri. Karakter unik tersebut membuat Studio Dian Tantra memiliki identitas kuat di tengah persaingan industri kerajinan. Alih-alih mengikuti tren semata, setiap karya mencerminkan kreativitas pembuatnya.
Meski usaha terus berkembang, Dian mengakui masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan bahan baku. Sebagian besar material harus didatangkan dari luar daerah karena terbatasnya pemasok di Belitung.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Komitmen PT TIMAH Hadirkan Ruang Hijau, Tins Green Garden Foresttree Jadi Favorit Warga
Pendaftaran Dibuka Hingga April 2026, Minat Program Kelas Beasiswa PT TIMAH Terus Meningkat
Sigap Hadapi Bencana, Tim Damkar PT TIMAH Jadi Garda Terdepan Bantu Masyarakat
Derita Bocah 6 Tahun Lawan Hirschsprung, PT TIMAH Berikan Bantuan untuk Kekey di Bangka
PT TIMAH Perkuat Edukasi Anti Narkoba untuk Anak melalui Program Ananda Bersinar