"Jika warga tinggal di area TOD seperti Kiaracondong, mereka akan jauh lebih efisien dalam pengeluaran transportasi karena akses kereta api berada tepat di lingkungan tempat tinggal,” jelas Bobby.
Baca Juga: wondr by BNI Hadirkan Fitur Wondr Earth, Ajak Nasabah Hitung Jejak Karbon dan Tanam Pohon
Lebih lanjut, Bobby menyebutkan bahwa kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan ruang publik serta area usaha mikro guna mendukung aktivitas ekonomi warga.
Proses inventarisasi lahan ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi aset negara yang tetap mengutamakan keselamatan operasional kereta api sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Peninjauan di kawasan Balai Yasa Jembatan Kiaracondong ini diharapkan menjadi fondasi dalam menyusun langkah penataan kawasan yang lebih terarah, tertib, dan inklusif, sehingga dapat memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.***
Artikel Terkait
Angkutan Lebaran 2026, KAI Services Sukses Menjaga Pelayanan
KAI Layani 5 Juta Perjalanan Lebaran, Mobilitas Menguat dalam Perjalanan Tepat Waktu
KAI Logistik Adopsi AI untuk Cegah Risiko dalam Operasional
Penumpang Tembus 1,7 Juta, KAI Bandara Catat Kinerja Gemilang di Triwulan I 2026
Long Weekend Paskah Picu Lonjakan Penumpang, KAI Layani 826 Ribu Lebih dengan Okupansi Tinggi