Program ini meliputi pelatihan, peningkatan keterampilan, hingga penguatan akses pasar bagi pelaku usaha, termasuk kelompok perempuan dan penyandang disabilitas, sehingga mampu mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha.
Upaya tersebut diperkuat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Kinerja Lingkungan Unggul, PLN Group Sabet 46 Penghargaan PROPER 2025
Program ini mencakup pemberdayaan UMKM, pelatihan kewirausahaan, serta berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas.
Tidak hanya berdampak secara ekonomi, program ini juga menciptakan nilai sosial yang berkelanjutan.
"Kami yakin bahwa dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga melalui pendampingan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Kuliner Indonesia yang Berbahan Baku Daging Bebek, Daging yang Gurih Dipadu Bumbu Terlezat
"Melalui berbagai program pemberdayaan, kami ingin memastikan pelaku usaha dapat naik kelas, memiliki daya saing, dan tumbuh secara mandiri,” ujar Abdul Bari.
Sebagai penutup, Laporan Keuangan Konsolidasian Jamkrindo telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (anggota jaringan global RSM) tertanggal 30 Maret 2026 dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian.
“Opini tersebut memperkokoh posisi Jamkrindo sebagai institusi penjaminan yang kredibel dan profesional,” ujar Abdul Bari.***
Artikel Terkait
Jamkrindo dan IFG Siapkan 2.150 Tiket Mudik Gratis, Layani 13 Rute di Lebaran 2026
Sambut HUT ke-56, Jamkrindo Salurkan Ribuan Bantuan Sosial Lewat Safari Ramadan
Safari Ramadan Jamkrindo: Salurkan Ribuan Sembako, Santuni Anak Yatim, dan Dukung UMKM di Berbagai Daerah
Jamkrindo–IFG Berangkatkan Puluhan Ribu Pemudik, Hadirkan Mudik Aman dan Nyaman 2026
Hasil Perkuat Kualitas Bisnis, Jamkrindo Syariah Catatkan Laba Bersih Rp141,03 Miliar