Kabar BUMN - Mobilitas masyarakat di awal 2026 menunjukkan tren yang semakin kuat: kereta api makin jadi pilihan utama.
Baik untuk aktivitas harian, perjalanan antarkota, hingga momen mudik, moda transportasi ini semakin dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI Group mencatat total 128.055.072 pelanggan. Angka ini tumbuh hampir 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Tanpa Konflik, PalmCo Berhasil Pulihkan 223,05 Hektar Aset Negara
Kenaikan ini terlihat di berbagai layanan.
Kereta jarak jauh dan lokal melayani lebih dari 14,5 juta pelanggan, meningkat signifikan, terutama didorong momen Lebaran.
Sementara itu, layanan Commuter Line tetap mendominasi dengan lebih dari 101 juta pengguna, mencerminkan tingginya kebutuhan transportasi harian di kota-kota besar.
Baca Juga: PT PAL Indonesia Dorong Kepastian Regulasi Industri dalam Revisi UU PSDN
Pertumbuhan juga terjadi pada moda lain seperti LRT Jabodebek yang melayani lebih dari 7,7 juta pelanggan, serta layanan kereta bandara yang menghubungkan kota dengan bandara utama.
Di wilayah Sumatra, LRT Sumsel terus digunakan masyarakat untuk mobilitas harian, termasuk akses ke bandara.
Sementara di Pulau Jawa, kehadiran Whoosh membuat perjalanan Jakarta–Bandung semakin cepat dan efisien.
Menariknya, pertumbuhan juga terlihat di kawasan timur Indonesia.
Layanan KA Makassar–Parepare mengalami peningkatan signifikan, menandakan bahwa transportasi kereta api mulai semakin diterima di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
KAI Angkut 4,63 Juta Ton Batu Bara pada Maret 2026, Total 12.075.002 Ton Selama Triwulan 1- 2026
Mau Kerja di KAI? Ini Kesempatan Ketemu Langsung di Job Fair Undip 2026
KAI Group Buka Rekrutmen di Job Fair Undip, Catat Jadwal dan Posisi yang Tersedia
Penumpang KAI Melonjak di Awal 2026, Bukti Kereta Api Jadi Transportasi Andalan
Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, KAI Pastikan Pembangunan Stasiun JIS Sesuai Target