LRT Jabodebek juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 22,10% dengan total 7.754.946 pengguna.
Baca Juga: Telkom dan Media Hadirkan Sinergi Lintas Industri untuk Inovasi AI di Lingkungan Kampus
Layanan lain seperti KA Bandara, LRT Sumsel, hingga Whoosh juga menunjukkan tren positif.
Bahkan, KA Makassar–Parepare mencatat lonjakan tertinggi hingga 66,45%, menandakan meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi kereta di wilayah timur Indonesia.
Sementara itu, KAI Wisata mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 110,10%, seiring meningkatnya minat pada perjalanan berbasis pengalaman seperti kereta panoramic dan kereta wisata.
Baca Juga: Pendapatan MIND ID Mencapai Rp159 Triliun di Sepanjang 2025, Laba Bersih Tumbuh 13 Persen
KAI menilai tren ini memperkuat peran digitalisasi dalam industri transportasi.
Access by KAI kini tidak hanya menjadi kanal pembelian tiket, tetapi juga pusat layanan terintegrasi untuk merencanakan perjalanan secara praktis dan efisien.
“Access by KAI hadir untuk memudahkan berbagai kebutuhan perjalanan dalam satu aplikasi. Dari tahap perencanaan hingga keberangkatan, pelanggan dapat mengatur perjalanan dengan lebih praktis dan terhubung,” tutup Anne.***
Artikel Terkait
Lowongan KAI Group 2026: Ini Formasi, Syarat, dan Cara Pendaftarannya
KAI Services Buka Peluang UMKM Jualan di Kereta, Ini Syaratnya
Belajar dari Praktisi, KAI Bandara Isi Kelas Komunikasi di Vokasi Universitas Indonesia
Buruan Siap-Siap, Rekrutmen KAI Group Digelar 15–16 April 2026 di Undip
Kinerja Moncer 2025, KAI Services Bukukan Pendapatan Rp2,79 Triliun dan Laba Melonjak 24%