Kabar BUMN - Upaya meningkatkan keselamatan transportasi di Sulawesi Selatan kini memasuki babak baru dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan kolaboratif.
Pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, hingga sektor swasta dan komunitas sepakat memperkuat sistem keselamatan melalui model Penta Helix.
Langkah ini menekankan pergeseran strategi dari penanganan kecelakaan secara reaktif menjadi pencegahan berbasis data yang lebih terukur.
Baca Juga: Triwulan I 2026, KAI Angkut 162.261 Ton Hasil Perkebunan
Diskusi Keselamatan Transportasi yang digelar di Kantor Wilayah Jasa Raharja Sulawesi Selatan di Makassar pada 13 April 2026 menjadi wadah bertemunya berbagai pemangku kepentingan.
Forum ini menghadirkan unsur kepolisian, dinas terkait seperti pendidikan, perhubungan, kesehatan, hingga infrastruktur jalan, serta operator transportasi, rumah sakit, komunitas ojek online, dan akademisi dari sejumlah universitas.
Tujuannya adalah memperkuat sinergi dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut melalui kerja sama lintas sektor.
Baca Juga: Cara Mengatasi Nyeri Haid agar Aktivitasmu Tetap Lancar
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa pola keselamatan transportasi perlu berubah agar lebih fokus pada pencegahan berbasis data.
Berdasarkan data Triwulan I 2026, nilai santunan di Sulawesi Selatan meningkat 11,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara jumlah kecelakaan naik sekitar 8 persen dengan lebih dari 2.000 kejadian.
Secara nasional, data IRSMS Korlantas Polri juga menunjukkan lebih dari 151.000 kecelakaan dengan lebih dari 217.000 korban setiap tahun dan cenderung meningkat.
Baca Juga: Magang Kreatif di Industri Film! Kesempatan Jadi Graphic Design Intern di PFN
Awaluddin menekankan bahwa peran Jasa Raharja tidak hanya sebatas penyaluran santunan, tetapi juga aktif dalam upaya pencegahan kecelakaan melalui pemetaan titik rawan kecelakaan, edukasi yang lebih terarah, serta peningkatan kemampuan respon awal di lapangan.
Ia menyampaikan bahwa kecelakaan tidak hanya soal kehilangan nyawa, tetapi juga berdampak pada perubahan sosial dan ekonomi karena banyak korban berasal dari usia produktif yang menjadi tulang punggung keluarga.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menjelang Arus Mudik 2026, Jasa Raharja Ajak Pakar Transportasi Bahas Strategi Keselamatan
IFG Group Fasilitasi Mudik Aman dan Terjangkau 2026, Jasa Raharja Perkuat Perlindungan untuk Ribuan Masyarakat
Jasa Raharja Siaga Arus Balik Lebaran 2026, Pastikan Layanan Optimal
Jasa Raharja Tutup Siaga Lebaran 2026, Catat Penurunan Kecelakaan hingga 30 Persen
Jasa Raharja Tekankan Integrasi Compliance dan Ethics untuk Tata Kelola Berkelanjutan