Transformasi ini juga menjadi langkah untuk menyamai standar transportasi di negara maju yang sudah lebih dulu mengadopsi jaringan serupa.
Sistem Jaringan Ganda di Dalam dan Luar Kereta
Penerapan WiFi 5G ini akan menggunakan konsep jaringan ganda. Di luar rangkaian kereta akan dipasang infrastruktur base station, sementara di dalam kereta akan disebarkan jaringan WiFi untuk penumpang.
Baca Juga: Mata Berat di Jalan? Bisa Jadi Microsleep, Ini Cara Menghindarinya
Selain itu, sistem hiburan di dalam kereta akan menggunakan jaringan lokal tersendiri agar tetap stabil. Dengan skema ini, koneksi internet untuk penumpang dan sistem operasional dapat berjalan secara terpisah namun tetap optimal.
Prioritas Rute Wisata dan Jarak Jauh
Pada tahap awal peluncuran yang ditargetkan berlangsung sekitar Juni hingga Juli 2026, KAI akan memprioritaskan rute jarak jauh yang banyak digunakan untuk perjalanan wisata dan liburan.
Baca Juga: Bank Mandiri Ingatkan Nasabah Soal Modus Card Trapping
Beberapa rute yang masuk prioritas antara lain jalur menuju kota-kota besar seperti Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya.
Kereta unggulan di jalur tersebut juga akan menjadi fokus awal implementasi sebelum diperluas ke rute lainnya secara bertahap.
Tidak Ada Kenaikan Harga Tiket
Meski menghadirkan layanan internet berteknologi tinggi, KAI memastikan bahwa tidak akan ada penyesuaian tarif tiket akibat peningkatan fasilitas ini.
Penumpang tetap dapat menikmati layanan baru tanpa harus membayar lebih mahal.
Kebijakan ini diambil karena KAI ingin menjaga keseimbangan antara peningkatan kualitas layanan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat luas.
Baca Juga: Poin Telkomsel Mau Dipakai? Cek Dulu Kapan Program Undi-Undi Hepi April Ini Berakhir
Bukan Sekadar Internet, Tapi Juga AI untuk Operasional
Selain menghadirkan WiFi 5G, proyek ini juga mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan dalam sistem operasional kereta. AI akan digunakan untuk membantu pengaturan perjalanan, pemantauan kondisi lintasan, hingga deteksi gangguan secara otomatis.
Dengan sistem ini, manajemen perjalanan kereta diharapkan menjadi lebih cepat, adaptif, dan minim kesalahan manusia, sehingga keselamatan dan efisiensi operasional dapat meningkat signifikan.
Artikel Terkait
Kinerja Moncer 2025, KAI Services Bukukan Pendapatan Rp2,79 Triliun dan Laba Melonjak 24%
Awal 2026, Jutaan Tiket Kereta Dipesan Lewat Access by KAI
Job Fair Undip 2026: Rekrutmen KAI Group Dimulai Besok, Ini Tips Lolosnya
Triwulan I 2026, KAI Angkut 162.261 Ton Hasil Perkebunan
KAI Genjot Infrastruktur, Stasiun JIS Siap Layani Penumpang 2026