Dari Emisi Jadi Manfaat: Inovasi CCS Alga PLN NP Ubah Karbon Jadi Produk Bernilai

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 19 April 2026 | 11:00 WIB
PLN NP Muara Karang uji CCS berbasis alga pertama di Indonesia, efisiensi 70–90% dorong inovasi energi hijau dan ekonomi sirkular berkelanjutan. (Dok. PLN NP)
PLN NP Muara Karang uji CCS berbasis alga pertama di Indonesia, efisiensi 70–90% dorong inovasi energi hijau dan ekonomi sirkular berkelanjutan. (Dok. PLN NP)

Biomassa alga yang dihasilkan dari proses penangkapan karbon tidak menjadi limbah, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami maupun bahan pendukung sektor lain.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Magang ATLM di Kimia Farma Ini Bisa Jadi Langkah Awal Kariermu

Anggota Dewan Energi Nasional, Sripeni Inten Cahyani, turut memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut.

Ia menyampaikan, "UP Muara Karang menjadi Center of Leading Innovation Energy karena telah melahirkan Green Hydrogen serta CCS berbasis alga. Konsep yang diusung PLN NP dalam Carbon Capture and Storage (CCS) ini adalah Green CCS yang artinya memanfaatkan sesuatu yang sudah ada."

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa keberhasilan teknologi ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan dekarbonisasi ke depan.

Baca Juga: 8 Tips Liburan Aman dan Nyaman di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Ia juga menambahkan bahwa PLN NP berencana mereplikasi inovasi ini ke berbagai unit pembangkit lain untuk memperluas dampak pengurangan emisi.

Dalam kesempatan site visit di Jakarta, Jumat (17/4/2026), ia menyampaikan, "PLTGU Blok 3 Muara Karang menghasilkan emisi CO2 sebesar 4-6% dari total flue gas.'

"Melalui teknologi fotobioreaktor ini, kami mendapatkan hasil yang menggembirakan, dimana laju penangkapan emisi CO2 berkisar 70 hingga 90% dari gas buang."

Baca Juga: Dibutuhkan Frontend Developer untuk Magang di PT Len Industri, Berikut Syarat-syaratnya

"Setiap bulan kita juga mendapatkan side product Biomassa Alga padatan dan cair yang bisa diolah menjadi sumber pakan perikanan maupun pupuk alami."

Melalui kegiatan ini, PLN NP juga membuka ruang masukan dari berbagai pihak termasuk Dewan Energi Nasional dan manajemen PLN untuk pengembangan aspek teknis, komersial, hingga potensi karbon kredit dan penguatan offtaker biomassa.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi PLN Nusantara Power menuju perusahaan energi yang lebih hijau, berkelanjutan, dan kompetitif secara global.

Baca Juga: Khusus Perempuan, Beli Tiket DAMRI Saat Hari Kartini Dapat Diskon Spesial

Selain berfungsi sebagai pembangkit listrik dengan kapasitas terpasang 2.105 MW, PLTGU Muara Karang juga memiliki peran strategis dalam menyuplai listrik ke berbagai fasilitas vital, termasuk Istana Presiden, Gedung DPR/MPR, kementerian, bandara internasional, hingga jaringan MRT. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini