5. Pembangunan penahan abrasi
Baca Juga: Sinergi Industri dan Pemerintah, Peluang Emas Pemuda Prabumulih Tembus Sektor Migas
Langkah ini dilakukan untuk melindungi garis pantai dari kerusakan dan mengurangi dampak abrasi.
6. Efisiensi dan pengelolaan energi
Perusahaan menerapkan selektif mining dan efisiensi energi sebagai bagian dari operasional yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: 7 Wahana Baru Ibarbo Park 2026, Liburan di Jogja Jadi Lebih Seru
7. Pemanfaatan energi bersih
Inisiatif ini meliputi penggunaan energi baru terbarukan seperti solar panel, program PLNisasi di Site Mentok, serta penggantian lampu konvensional ke LED.
Berbagai program tersebut tidak hanya bertujuan memulihkan lingkungan pascatambang, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama di wilayah pesisir.
Baca Juga: Buruan Sebelum 30 April! Poin Telkomsel yang Ngendap Bisa Jadi Hadiah Mewah
Upaya ini juga selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam penanganan perubahan iklim dan rehabilitasi ekosistem.
Akademisi sekaligus Ketua Yayasan Sayang Babel Kite, Indra Ambalika, menilai langkah tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan.
Sementara itu, Camat Kundur Barat, Yusufian, menyebut program lingkungan yang dijalankan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam mengurangi abrasi pantai.
Melalui berbagai langkah tersebut, PT TIMAH menunjukkan komitmennya dalam menjalankan praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Dorong Kualitas SDM, PT TIMAH Buka Akses Magang untuk Ratusan Pelajar dan Mahasiswa
Dorong UMKM Bangkit Usai Lebaran, PT TIMAH Serap Produk Lokal untuk Kebutuhan Operasional
Dorong Kreativitas Anak Muda, PT TIMAH Hadirkan Beragam Program Inspiratif di Daerah Operasional
Edukasi Kesehatan Digelar PT Timah, Fokus pada Kesehatan Karyawan
Balai Serbaguna di Kundur Barat Kini Lebih Layak, PT TIMAH Tunjukkan Dukungan Nyata untuk Warga