Dalam kunjungannya, Fadli juga menyambangi Vihara Mendut dan bertemu dengan Bhante Pannavaro Mahathera.
Baca Juga: SIG Tembus Pasar Eropa, Ekspor Perdana 11.275 MT Semen ke Reunion Island, Prancis
Ia menegaskan Borobudur dan sekitarnya bukan sekadar situs sejarah, melainkan “living heritage” yang harus dijaga nilai spiritualnya.
Menurutnya, perayaan Waisak bukan hanya momen keagamaan, tetapi juga peristiwa budaya nasional yang mengandung pesan toleransi, kebijaksanaan, dan persatuan.
Kementerian Kebudayaan pun terus mendorong pelestarian situs budaya agar memberi manfaat nyata, baik dari sisi spiritual, sosial, maupun ekonomi, melalui penguatan ekosistem kebudayaan nasional.***
Artikel Terkait
PT TWC Hadirkan Kebahagiaan! 3.000 Paket Sembako untuk Warga Prasejahtera di Prambanan dan Borobudur
Selama Libur Lebaran 2025, Ratusan Ribu Wisatawan Padati TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko
TWC Genap 45 Tahun, Bagikan Beasiswa Budaya dan Santunan Sosial
Rayakan HUT ke-80 RI, InJourney Destination Sajikan Kemeriahan di TWC dan TMII
Targetkan 83.000 Pengunjung ke Candi Borobudur, TWC Melakukan Beberapa Inovasi di Libur Lebaran 2026