Kolaborasi Multi Pihak, PT TIMAH Perbarui RIPPM demi Penguatan Pemberdayaan Masyarakat di Bangka

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 5 Mei 2026 | 19:00 WIB
PT TIMAH perbarui RIPPM bersama stakeholder di Bangka untuk dorong pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan. (Dok. PT Timah)
PT TIMAH perbarui RIPPM bersama stakeholder di Bangka untuk dorong pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan. (Dok. PT Timah)

Department Head Corporate Communication PT TIMAH, Anggi Budiman Siahaan, menegaskan bahwa pembaruan RIPPM merupakan langkah strategis yang dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak.

Baca Juga: Ada Diskon Tiket DAMRI 20 Persen, Berlaku Hari Ini Saja

“Penyusunan RIPPM ini merupakan bagian penting untuk memastikan bahwa program pemberdayaan masyarakat PT TIMAH selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.

Melalui FGD ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh masukan dari para pemangku kepentingan menjadi dasar dalam merumuskan program yang lebih relevan dan berdampak,” ujarnya.

Selama ini, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT TIMAH telah menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Bangka.

Baca Juga: Proses Perbaikan Stasiun Bekasi Timur Konsisten, Operasional Commuter Line Cikarang Berangsur Normal

Beberapa di antaranya meliputi Sungailiat, Pemali, Merawang, Riau Silip, Belinyu, Mendo Barat, hingga Bakam. Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkaya masukan dalam menyusun RIPPM yang lebih adaptif.

Dalam diskusi, sejumlah isu strategis turut mengemuka dari berbagai sektor. Pada bidang pendidikan, perhatian tertuju pada pemerataan akses pendidikan bagi anak kurang mampu dan berkebutuhan khusus, peningkatan kapasitas guru dan orang tua, serta pengembangan kompetensi masyarakat agar tidak bergantung pada sektor tambang.

Selain itu, perluasan akses pendidikan tinggi untuk semua kalangan juga menjadi sorotan.

Baca Juga: Proses Perbaikan Stasiun Bekasi Timur Konsisten, Operasional Commuter Line Cikarang Berangsur Normal

Di sektor ekonomi, pembahasan mencakup pengembangan sentra UMKM berbasis potensi daerah serta digitalisasi pemasaran.

Selain itu, penguatan sektor pariwisata, penyelesaian persoalan lahan, pengelolaan sampah berbasis teknologi, hingga akses permodalan dan pelatihan pascapanen juga menjadi perhatian.

Sementara itu, sektor lingkungan menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Revitalisasi lahan bekas tambang serta penguatan Program Kampung Iklim juga menjadi bagian dari rekomendasi yang disampaikan.

Baca Juga: Keindahan Pulau Mules NTT, Dari Pantai Pasir Putih hingga Spot Snorkeling yang Jernih

Untuk sektor sosial budaya dan infrastruktur, fokus diarahkan pada penguatan pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat melalui kelompok sadar wisata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini