Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Angga Raka Prabowo, menegaskan pembangunan Community Gateway di Wamena merupakan bagian dari prioritas nasional dalam membangun infrastruktur digital yang inklusif hingga wilayah paling timur Indonesia.
“Konektivitas adalah prasyarat utama kemajuan. Di sinilah Community Gateway Wamena berperan penting, mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis, mengubah wilayah untuk siap tumbuh dan siap mengambil bagian dalam ekonomi digital nasional.
Baca Juga: Hari Ini Terakhir! Segera Lamar Loker KAI Services untuk Posisi Pramugara dan Pramugari Kereta Api
"Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menguatkan fondasi masa depan Indonesia yang benar-benar terhubung, dari Sabang sampai Merauke. Tugas berikutnya adalah memastikan infrastruktur ini benar-benar hidup dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, terutama di wilayah Papua Pegunungan,” pungkas Angga.
Saat ini, kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan tingkat utilisasi yang sudah tinggi.
Melalui Community Gateway Wamena, kapasitas tersebut dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai potensi maksimal 40 Gbps.
Baca Juga: 14 Mei 2026 Libur Apa? Ini Penjelasan soal Hari Libur Nasional dan Cuti Bersamanya
Peningkatan itu disebut bukan sekadar penambahan kapasitas, melainkan lompatan kualitas konektivitas dengan performa lebih stabil, latensi lebih terkendali, serta kemampuan mendukung trafik digital yang terus tumbuh.
Menariknya, Community Gateway Wamena juga dirancang sebagai open access platform.
Artinya, infrastruktur tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh TelkomGroup, tetapi juga terbuka bagi operator lain, ISP lokal, maupun berbagai institusi lainnya demi menciptakan ekosistem konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Dibuka Loker Sales Lapangan, Kesempatan Masuk Garuda Indonesia Group
Melalui inisiatif ini, Telkomsat kembali menegaskan perannya sebagai penyedia konektivitas nasional berbasis sovereign infrastructure yang tidak hanya berfokus pada kapasitas, tetapi juga keandalan, kontrol, dan ketahanan jaringan nasional.
“Community Gateway Wamena dirancang tidak hanya untuk menjawab kebutuhan konektivitas saat ini, tetapi juga mendukung pertumbuhan trafik digital di masa depan melalui infrastruktur satelit yang scalable, adaptif, dan terbuka untuk kolaborasi berbagai pihak.
"Dengan pendekatan open access platform, kami berharap infrastruktur ini dapat menjadi fondasi penguatan ekosistem digital di Papua Pegunungan sekaligus memperkuat ketahanan konektivitas nasional di wilayah timur Indonesia,” tutup Rizal.***
Artikel Terkait
Telkomsat Meluncurkan Internet Merah Putih, Pengembangan dari Mangoesky
Jelang Lebaran, Telkomsat Siapkan Posko Siaga RAFI 2026 untuk Konektivitas Nasional
Mahasiswa Telkom University Purwokerto Pelajari Industri Satelit Lewat Kunjungan ke Telkomsat Bogor
Telkomsat Raih Penghargaan dari Detik.com dan BAKTI Komdigi
Peran Community Gateway Telkomsat dalam Mendorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T