Tarif Rp3.000 Bantu Petani dan Pedagang, Kereta Khusus Ini Sudah Angkut Ribuan Penumpang di 2026

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 13 Mei 2026 | 08:00 WIB
Kereta Petani dan Pedagang KAI melayani 17.867 pelanggan sepanjang 2026 dengan tarif Rp3.000 untuk bantu distribusi hasil panen lebih cepat. (Dok. KAI)
Kereta Petani dan Pedagang KAI melayani 17.867 pelanggan sepanjang 2026 dengan tarif Rp3.000 untuk bantu distribusi hasil panen lebih cepat. (Dok. KAI)

Kabar BUMN - Aktivitas di sejumlah stasiun pada jalur Rangkasbitung–Merak sudah mulai ramai sejak dini hari.

Para petani dan pedagang terlihat membawa berbagai hasil panen seperti cabai, tomat, bawang, hingga sayuran segar yang baru dipetik sehari sebelumnya.

Mereka memanfaatkan layanan kereta untuk mengirim hasil kebun menuju pasar dengan perjalanan yang lebih praktis dan biaya yang terjangkau.

Baca Juga: Tips Memenuhi Kuota Jalan Kaki 10.000 Langkah Per Hari Agar Tidak Terasa Melelahkan

Kehadiran Kereta Petani dan Pedagang kini menjadi salah satu sarana penting bagi masyarakat di lintas tersebut.

Selain membantu mobilitas, layanan ini juga mendukung distribusi hasil pertanian agar lebih cepat sampai ke pasar dalam kondisi segar sehingga nilai jual produk tetap terjaga.

PT Kereta Api Indonesia atau KAI mencatat layanan Kereta Petani dan Pedagang telah melayani 17.867 pelanggan selama periode 1 Januari hingga 11 Mei 2026 di lintas Merak–Rangkasbitung.

Baca Juga: Magang di PT PELNI Dibuka! Kesempatan Belajar Dunia Kerja untuk Mahasiswa S1

Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat kecil, khususnya petani dan pedagang pasar tradisional.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa biaya perjalanan memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan usaha masyarakat kecil.

“Bagi petani dan pedagang kecil, selisih ongkos perjalanan sangat berarti. Saat biaya distribusi lebih ringan, mereka dapat membawa hasil panen lebih banyak, menjaga usaha tetap berjalan, dan mempertahankan penghasilan untuk keluarga,” ujar Anne.

Baca Juga: PHR Zona 4 Tingkatkan Sinergi dengan Pemkab Muara Enim dan Musi Rawas untuk Ketahanan Energi Nasional

Layanan Kereta Petani dan Pedagang mulai beroperasi sejak 1 Desember 2025. Kereta ini menerapkan tarif Rp3.000 untuk satu kali perjalanan melalui skema Public Service Obligation (PSO), sehingga masyarakat dapat memperoleh akses transportasi murah guna menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari.

Setiap hari, kereta melayani perjalanan pulang pergi rute Merak–Rangkasbitung sebanyak 14 perjalanan. Jumlah tersebut terdiri dari tujuh perjalanan dari Merak dan tujuh perjalanan dari Rangkasbitung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini