Hingga April 2026, KAI Mengangkut 16.631.048 Ton Batu Bara untuk Distribusi Energi di Jawa dan Bali

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 14 Mei 2026 | 09:30 WIB
Ilustrasi. KAI mengangkut 16.631.048 ton batu bara pada periode Januari hingga April 2026. Khusus April 2026, volume angkutan mencapai 4.633.495 ton. (kai.id)
Ilustrasi. KAI mengangkut 16.631.048 ton batu bara pada periode Januari hingga April 2026. Khusus April 2026, volume angkutan mencapai 4.633.495 ton. (kai.id)

Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengangkut 16.631.048 ton batu bara pada periode Januari hingga April 2026. Khusus April 2026, volume angkutan mencapai 4.633.495 ton.

Sebagian besar angkutan tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik, terutama di Jawa dan Bali.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan distribusi energi membutuhkan moda transportasi dengan kapasitas besar, pola operasi yang stabil, serta kemampuan menjaga kesinambungan pasokan dalam jangka panjang.

Baca Juga: ITDC Perkuat Infrastruktur Keselamatan dan Kelistrikan di Sirkuit Mandalika

“Distribusi energi memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan produktivitas ekonomi. Karena itu, pola angkut yang stabil menjadi penting agar rantai pasok energi dapat berjalan dengan baik,” ujar Anne.

Untuk meningkatkan kapasitas angkutan batu bara, KAI terus melakukan penguatan sarana dan pengujian operasional.

Menurut Anne, penguatan kapasitas angkutan barang perlu dilakukan secara bertahap karena kebutuhan distribusi logistik nasional juga terus meningkat.

Baca Juga: BKI dan Indonesia Kembali Pertahankan Predikat “High Performance” di Tokyo MoU 2025

“Keandalan distribusi logistik akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan energi nasional. Karena itu, pengembangan kapasitas dilakukan dengan pendekatan yang terukur dan berbasis kebutuhan jangka panjang,” kata Anne.

Pengembangan sarana tersebut merupakan bagian dari investasi KAI senilai USD 222,5 juta atau sekitar Rp3,56 triliun.

Investasi ini diproyeksikan mendukung target angkutan batu bara sebesar 111,2 juta ton dan angkutan non-batu bara sebesar 10,9 juta ton pada 2029.

Baca Juga: BULOG Gandeng Akademisi dan Masyarakat Bahas Swasembada Pangan Berkelanjutan di Jawa Timur

KAI juga mendorong penguatan industri nasional melalui penggunaan sarana produksi dalam negeri. Seluruh gerbong datar BM 54 ton diproduksi di dalam negeri melalui kerja sama dengan PT INKA dengan optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Selain mendukung peningkatan kapasitas logistik, pengembangan sarana dipersiapkan untuk mendukung pertumbuhan angkutan di wilayah Sumatra Selatan, termasuk proyek Tarahan II dan Kertapati yang diproyeksikan meningkatkan volume distribusi barang beberapa tahun mendatang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini