BULOG Gandeng Akademisi dan Masyarakat Bahas Swasembada Pangan Berkelanjutan di Jawa Timur

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 14 Mei 2026 | 06:00 WIB
BULOG dan Kementan menggelar Dialog Kebangsaan di Gresik guna memperkuat swasembada pangan bersama akademisi, petani, dan mahasiswa. (Dok. BULOG)
BULOG dan Kementan menggelar Dialog Kebangsaan di Gresik guna memperkuat swasembada pangan bersama akademisi, petani, dan mahasiswa. (Dok. BULOG)

Kabar BUMN - Perum BULOG bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia menggelar Dialog Kebangsaan bertema “Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan” di Gudang Sewa BULOG Romokalisari, Pergudangan Bumi Maspion, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada 13 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai unsur masyarakat mulai dari akademisi, pengamat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, petani, hingga pedagang pasar.

Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai kondisi pangan nasional dan masa depan ketahanan pangan Indonesia.

Baca Juga: Penuh Doa dan Harapan, Ini Ucapan Kenaikan Isa Almasih 2026

Acara tersebut dihadiri langsung Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman serta Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han.

Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh nasional dan akademisi seperti Dr. Muhammad Said Didu, Prof. K.H. Dr. Din Syamsudin, Prof. Dr. Ferdi, S.H., M.Hum. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas, Prof. Inez Hortense, SL dari IRRI.

Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Prof. Nining Widyah Kusnanik, S.Pd., M.Appl.Sc. dari Universitas Negeri Surabaya, hingga Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati.

Baca Juga: PT Dahana Tegaskan Peran Strategis untuk Industri Nasional di MET Connex 2026

Peserta dialog tidak hanya berasal dari kalangan pemerintah dan akademisi, tetapi juga melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jawa Timur, Gapoktan, organisasi kepemudaan, serta para pedagang pasar.

Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa agenda swasembada pangan membutuhkan kerja sama banyak pihak.

Pemerintah menilai penguatan ketahanan pangan nasional tidak bisa berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif masyarakat, petani, generasi muda, akademisi, dan pelaku usaha.

Baca Juga: Panduan Umum yang Harus Diperhatikan Karyawan Baru Saat Menghadapi Senior

Dalam pemaparannya, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyebut kondisi stok beras nasional saat ini menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Ia menilai pencapaian tersebut menjadi sinyal positif di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika pangan global yang terus berkembang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini