Beragam produk inovatif juga berhasil dikembangkan, mulai dari tempe fresh, keripik tempe sagu, susu kacang kedelai, brownies tempe, hingga berbagai produk turunan kedelai lainnya.
Selain meningkatkan pendapatan, program ini juga diarahkan untuk membangun ekonomi berbasis komunitas melalui pemanfaatan bahan pangan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Baca Juga: 5 Ide Bisnis yang Laris Manis Saat Idul Adha, Peluang Cuan Musiman yang Menjanjikan
Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tren pertumbuhan UMKM di Surabaya yang semakin terdorong oleh inovasi produk dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.
Eri Cahyadi menyambut baik kehadiran program tersebut yang dinilai sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat kapasitas UMKM agar semakin naik kelas dan berdaya saing.
“Kolaborasi antara pemerintah dengan BUMN dan sektor swasta seperti ini menjadi sangat penting untuk mendorong pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi dan jejaring pasar yang lebih luas.
Baca Juga: Peluang Magang di PELNI 2026, Mahasiswa Semester Akhir Bisa Daftar Posisi Ini
"Kami berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Surabaya dan membuka lebih banyak peluang usaha yang berkelanjutan,” ujar Eri Cahyadi.
Salah satu peserta UMKM, Dessy Intan Normalasari, mengaku program tersebut memberikan banyak manfaat dalam pengembangan usahanya.
“Dari program ini saya jadi belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya pahami, mulai dari cara mengelola usaha, membuat kemasan produk yang lebih menarik, sampai pentingnya legalitas usaha.
"Pendampingannya juga terasa dekat dan mudah dipahami, jadi kami lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha ke depannya,” kata Dessy.
Selain memperluas jangkauan penerima manfaat, pada tahap kedua ini FKS Group bersama Pelindo Multi Terminal juga memperkuat pendampingan bagi peserta tahap pertama agar produk UMKM binaan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern lokal di Surabaya.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya UMKM lokal yang lebih mandiri, inovatif, dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.***
Artikel Terkait
KRI Bima Suci Sandar di Belawan, Pelindo Multi Terminal Siapkan Layanan untuk Misi Diplomasi Maritim Dunia
Pelindo Multi Terminal Perkuat Employee Well-Being, Dorong Resiliensi di Tengah Dinamika Logistik
Pelindo Multi Terminal Mencatat Tiga Pelabuhan Penumpang Terpadat Selama Angkutan Lebaran 2026
Pelindo Multi Terminal Saring Inovasi Terbaik Karyawan, Siap Berlaga di IDEA 2026
Pelindo Multi Terminal Tekankan Pentingnya Integritas untuk Dorong Performa Bisnis Berkelanjutan