Kabar BUMN - Liburan ke destinasi wisata candi favorit kini bisa lebih hemat.
Bank Tabungan Negara atau BTN menghadirkan promo spesial berupa cashback tiket masuk hingga Rp50 ribu untuk wisatawan yang berkunjung ke sejumlah kawasan candi populer di Indonesia.
Program bertajuk liburan hemat tersebut berlaku untuk pembelian tiket masuk di loket offline Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko menggunakan aplikasi balé by BTN maupun Kartu Debit BTN VISA.
Baca Juga: Keutamaan Puasa Arafah Jelang Iduladha, Amalan Sunnah dengan Pahala Luar Biasa
Promo ini berlangsung mulai 23 Mei hingga 19 Juli 2026 dan ditujukan bagi masyarakat yang ingin menikmati liburan seru dengan pengeluaran yang lebih ringan.
Dalam program tersebut, BTN menawarkan cashback sebesar 30 persen dengan maksimal cashback Rp50.000 untuk setiap transaksi pembelian tiket masuk candi.
Promo berlaku dengan minimal transaksi Rp150.000.
Baca Juga: Magang 6 Bulan di Terminal Teluk Lamong Dibuka! Mahasiswa Teknik dan Desain Wajib Cek Kesempatannya
Meski menarik, promo ini memiliki kuota terbatas.
Cashback hanya berlaku untuk 70 transaksi pertama setiap minggunya.
Selain itu, setiap pengguna hanya dapat menikmati promo maksimal dua kali transaksi selama periode program berlangsung.
Baca Juga: Pertamina Drilling dan SGN Perkuat Sinergi Bisnis untuk Pengembangan Layanan Pengeboran Migas
BTN juga menegaskan bahwa promo tidak berlaku untuk transaksi kelipatan maupun split bill atau pecah struk.
Untuk mendapatkan promo tersebut, nasabah diwajibkan melakukan pembayaran menggunakan QRIS melalui aplikasi balé by BTN atau memakai Kartu Debit BTN VISA saat bertransaksi di loket offline destinasi wisata yang bekerja sama.
Artikel Terkait
BTN Resmikan Eco Park Dago dan Tiga Kantor Cabang Baru di Kawasan Strategis
Perkuat Kredit, BTN Terapkan Sistem Loan Factory Terintegrasi
Kuartal I/2026, BTN Mencatatkan Pertumbuhan Laba Bersih Mencapai 22,6% YoY
Liburan Hemat Bersama balé by BTN, Tiket KAI dan Whoosh Diskon hingga Rp100 Ribu
BTN Kolaborasi dengan KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD Baru