Dukungan ini juga menjadi bagian dari komitmen PTBA dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
“Kami melihat semangat perubahan yang tumbuh dari masyarakat, khususnya para perempuan, untuk bangkit dan membangun penghidupan yang lebih positif, produktif, dan bermartabat."
"Melalui penguatan keterampilan, dukungan sarana produksi, dan pengembangan usaha berbasis budaya lokal seperti kain tapis, diharapkan tercipta peluang ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutur Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno, Selasa (16/5/2026).
Baca Juga: Waisak Borobudur 2026 Makin Dekat, Begini Aturan Saat Ikut Festival Purnama
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan transformasi sosial yang inklusif.
Selain itu, langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah agar tetap hidup sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Kain Tapis Jadi Jalan Menuju Masa Depan
Baca Juga: Long Weekend Idul Adha Bikin Kereta Ramai, KAI Layani Ratusan Ribu Penumpang
Kini, suasana rumah produksi Kelompok Tapis Melati terasa lebih dinamis. Kehadiran mesin-mesin baru membantu mempercepat proses pembuatan tapis beserta berbagai produk turunannya, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri para anggota kelompok.
Mereka terus berinovasi menghadirkan desain-desain baru yang lebih kreatif dan memiliki daya jual lebih tinggi.
Harapan mereka sederhana, yakni agar karya tapis buatan tangan perempuan-perempuan di kawasan tersebut semakin dikenal luas dan mampu membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Baca Juga: Pertahankan Rasio Pembayaran, PGN Tebar 80 Persen Dividen Senilai USD172,29 Juta
Bagi masyarakat Lampung, kain tapis menyimpan nilai budaya yang mendalam. Kain ini merepresentasikan filosofi kehidupan, kehormatan, sekaligus kebanggaan daerah yang telah diwariskan sejak lama.
Di wilayah yang dulu sering dipandang sebelah mata, kain tapis kini menjadi simbol perubahan sosial.
Selembar demi selembar kain yang dihasilkan bukan hanya produk budaya, tetapi juga bukti perjuangan perempuan-perempuan yang perlahan merajut kembali martabat dan masa depan mereka. ***
Artikel Terkait
Perkuat Edukasi Publik, PTBA Hadir dalam Film Dokumenter “The Mind Journey”
Rayakan HUT ke-45, PTBA Gelar Donor Darah dan Berhasil Kumpulkan 55 Kantong Darah
Wujudkan SDM Berkualitas, PTBA Fokus pada Pembinaan Mental dan Fisik Siswa
PTBA Raih Apresiasi Pemkab Muara Enim atas Komitmen Wujudkan Lingkungan Ramah Anak
Sport Tourism Sawahlunto Meningkat Berkat Turnamen Tenis PTBA