Kabar BUMN - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) giat mengerjakan pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif yang menjadi bagian penting dalam pengembangan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hingga bulan Mei 2026, progres pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif telah mencapai 19,35%, melampaui progres rencana sebesar 18,29%, sehingga mencatatkan deviasi positif sebesar +1,6%.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menyampaikan, infrastruktur ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas kawasan pemerintahan di IKN.
Baca Juga: Telkom Raih Awal Tahun 2026 yang Solid Berkat Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi
Pekerjaan proyek berjalan secara paralel di berbagai segmen, meliputi pekerjaan geotekstil, timbunan tanah, struktur Multi Utility Tunnel (MUT), struktur box culvert, struktur jembatan, rigid pavement, serta pekerjaan saluran drainase.
“WIKA terus memastikan pelaksanaan pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif berjalan sesuai target melalui penguatan koordinasi, penerapan metode kerja yang efektif, serta pengendalian mutu dan biaya secara berkelanjutan,” ujar Ngatemin.
Dalam pelaksanaannya, WIKA juga menerapkan sejumlah inovasi dan metode konstruksi untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, serta efisiensi pekerjaan.
Baca Juga: Kuartal I 2026, Kinerja Keuangan BRI Kokoh, Likuiditas Dan Permodalan Terjaga di Level Memadai
Inovasi tersebut antara lain pemanfaatan Total Station Robotik dan Drone Photogrammetry untuk mempercepat akuisisi data konstruksi dengan tingkat presisi tinggi.
Selain itu, WIKA menerapkan metode Sliding Formwork pada pekerjaan Multi Utility Tunnel (MUT) guna meningkatkan efisiensi pelaksanaan konstruksi.
Pada pekerjaan struktur, digunakan sistem Cooling Pipe pada pengecoran pile cap mass concrete untuk mengendalikan temperatur beton, mengurangi risiko retak termal, dan meningkatkan kualitas struktur.
Baca Juga: Jasa Marga Salurkan 318 Hewan Kurban pada Iduladha 1447H, Jangkau Ribuan Penerima Manfaat
Proyek ini juga mengimplementasikan teknologi Load Scanner untuk memantau volume material yang masuk dan keluar secara digital, sehingga mendukung akurasi pengukuran, transparansi data, dan efektivitas pengendalian material di lapangan.
Di tengah dinamika pelaksanaan proyek, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah meningkatnya harga material konstruksi dipengaruhi kondisi geopolitik global. Kenaikan tersebut berdampak pada biaya material utama, logistik, serta jasa subkontraktor.
Artikel Terkait
Kinerja Operasi di Sepanjang 2025 Meningkat, WIKA Kembali Turunkan Utang Rp3,87 Triliun
Ditargetkan Selesai Juni 2026, WIKA Mulai Pembangunan 113 Huntara di Kawasan Senen, Jakarta Pusat
WIKA Raih Tiga Penghargaan ESG di Kancah Global
WIKA Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Brebes
WIKA Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap, Target Selesai 20 Juni 2026
WIKA Kebut Pengerjaan Proyek Extended Concourse Stasiun Bundaran HI