"Ada 6 TPK yang dijadikan piloting, yaitu TPK Cabak di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu, TPK Cimanggu di KPH Banyumas Barat, TPK Saradan di KPH Saradan, TPK Selogawang di KPH Kediri, TPK Cibarehong di KPH Sukabumi dan TPK Cibungur di KPH Purwakarta," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Operasi Perum Perhutan, Natalas Anis Harjanto menyampaikan bahwa saat ini Perhutani terus melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik.
Hal ini sejalan dengan tuntutan dan tantangan sehingga perusahaan dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan going concern Perhutani.
Baca Juga: Lampaui Target, PT PAL Raih Skor 84,54 dalam Asesmen GCG Tahun Buku 2022
"Modernisasi TPK harus memenuhi standar, unsur, kriteria dan indikator yang ditetapkan baik secara fisik yaitu harus mempunyai ruang dan tempat yang memadai serta layak, untuk menigkatkan pelayanan yang prima harus memiliki keterbukaan informasi," ujar Natalas.
"Prosedur pelayanan yang jelas didukung dengan IT serta dalam pengelolaannya didukung juga dengan organisasi dan SDM yang kompeten serta professional, sarana dan prasarana yang modern serta tata kelola kayu yang tertib dan transparan," tandasnya.
Natalas juga mendukung digitalisasi modernisasi TPK dilengkapi sistem ID dan aplikasi Penjualan Online Toko Perhutani (POTP).
Menurut Natalas, hal ini bisa memudahkan dalam pelayanan untuk kostumer.
"Digitalisasi ini pada tahap selanjutnya akan didukung dengan bangunan TPK yang khas dengan Perhutani dan didukung dengan sarana prasarana yang lengkap, sistem keamanan yang memadai, penataan ruang dan tempat penyimpanan kayu yang memudahkan pencarian kavling yang ada di TPK."
"Sehingga harapan modernisasi TPK menjadi lebih baik secara fisik, pelayanan dan pengelolaan," tutupnya.