trending

Mengenal Lokomotif Uap KAI yang Masih Aktif

Sabtu, 8 Juli 2023 | 16:00 WIB
Lokomotif uap (kai.id)

Kabar BUMN - Jauh sebelum lokomotif diesel dan listrik digunakan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau disingkat PT KAI menjadikan "lokomotif uap" sebagai kendaraan utama untuk menarik rangkaian kereta.

Lokomotif uap tetap menempati tempat khusus di hati masyarakat meskipun teknologi dan modernisasi perkeretaapian sekarang sudah maju. Ini adalah warisan berharga yang terus hidup dalam sejarah KAI.

Lokomotif uap menjadi saksi bisu dari masa lalu yang telah menjadi simbol ikonik dalam industri kereta api, membuktikan betapa pentingnya peran transportasi kereta api dalam pembangunan negara ini, dilansir Kabarbumn.com dari kai.id.

Baca Juga: Tak Perlu ke Kantor, Begini Cara Buka Rekening Pakai HP Melalui BNI Mobile Banking

"Lokomotif uap bukan hanya sebuah mesin, tetapi juga cerminan semangat dan kemajuan bangsa. Semoga warisan berharga ini dapat terus dirawat dan dinikmati oleh generasi mendatang, sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan Indonesia dalam menghubungkan dan menyatukan masyarakatnya," kata Vice President Public Relations Joni Martinus.

Berikut 5 lokomotif uap yang telah dipreservasi KAI dan dalam keadaan aktif:

1. Lokomotif B25

Baca Juga: Melalui INABUYER B2B2G EXPO, Menkop UKM Gandeng PT Sang Hyang Seri Bangun Usaha Kecil Menengah

Dibuat di pabrik Esslingen (Jerman), lokomotif B25 mulai dioperasionalkan pada tahun 1902. Sementara dua kereta penumpang berdinding kayu yang selalu setia menemani lokomotif ini disaat operasional kereta wisata adalah buatan tahun 1907.

Perusahaan kereta api Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) membeli lokomotif ini untuk melayani angkutan militer dan untuk melalui rel bergerigi yang ada di rute Ambarawa – Secang. Jalur kereta api dari Ambarawa ke Secang (termasuk rel bergerigi rute Jambu-Bedono-Gemawang sepanjang hampir 6.5 kilometer) resmi beroperasi pada tanggal 1 Februari 1905.

Ini adalah lokomotif yang unik karena memiliki roda gigi, yang berfungsi untuk mengait rel bergerigi yang ada di bawahnya. Posisi roda gigi ini berada di tengah antara roda-roda lokomotif lain yang berbentuk normal. Komponennya sangatlah vital. Penggunaan roda gigi memungkinkan kecuraman 65‰ dapat dilalui meskipun dengan kecepatan rendah 10 km/jam sedang pada jalur mendatar dapat melaju dengan kecepatan 40 km/jam. Pada saat menurun, maka roda gigi berfungsi untuk menahan kecepatan kereta api.

Baca Juga: Pengembangan Smart Meter AMI Oleh PLN Mendapat Dukungan Komisi VII DPR RI

Lokomotif B25 mempunyai berat 31 ton dan tekanan boiler 12,25 atm. Lokomotif dengan tenaga 360 ini dapat menampung persediaan air 2 m3 serta kayu 1,5 ton. Kekuatan tarik sebesar 5.340 kg sedang ketika menggunakan roda gigi 10.950 kg.

Saat ini masih tersisa 3 unit lokomotif B25 yang masih bisa dijumpai, yaitu lokomotif uap B25 02 dan B25 03 yang masih operasional untuk melayani kereta wisata rute Ambarawa – Bedono sedangkan lokomotif uap B25 01 menjadi monumen statis di Monumen Palagan Ambarawa.

2. Lokomotif B51

Baca Juga: Tonton Drama China Hidden Love Melalui Link Ini, Full Episode Lengkap dengan Sub Indo

Halaman:

Tags

Terkini