Sementara Supporting Co akan menjadi perusahaan pengelola aset dan aneka tanaman.
Baca Juga: Selain The Glory, Inilah Drama Korea dengan Kisah Balas Dendam yang Mendebarkan
Setyono mengatakan saat Palm Co akan menjadi perusahaan dengan skala bisnis lebih besar maka akan berdampak lurus dengan peningkatan pasokan bahan baku.
Sehingga nantinya bahan baku tersebut tidak hanya berasal dari petani plasma, namun juga swadaya.
"Ini adalah poin pentingnya, bahwa Palm Co nantinya akan membutuhkan pasokan bahan baku dengan rantai yang jelas, maka petani sawit, tidak hanya plasma, namun juga swadaya akan kebagian rezeki," ujarnya.
Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko Santosa mengatakan perusahaan telah merangkul 56.000 hektare petani plasma.
Sedangkan total perkebunan sawit inti yang diusahakan perusahaan mencapai 71.000 hektare.
"Alhamdulillah, ini adalah salah satu bukti nyata bahwa kita benar-benar komitmen untuk kembali ke khittah, tumbuh dan berkembang bersama petani," ungkap Jatmiko.
"Petani mampu panen lebih cepat dari yang umumnya tiga sampai empat tahun baru panen, sekarang alhamdulillah usia kurang 30 bulan sudah panen."
"Begitu juga produktivitas 50 persen lebih tinggi dibandingkan normalnya," pungkasnya.