"Dalam menuju Indonesia maju di tahun 2045 ini, Pijar memiliki peran penting dan strategis juga tugas yang berat dengan menciptakan kemampuan anak muda Indonesia dan menciptakan game baru, dan menjadi sebuah ekonomi yang baru dan itu jauh lebih sulit.”
Baca Juga: MIND ID Kembali Gelar MediaMIND 2023, Ajang Kompetisi Jurnalistik Berhadiah Ratusan Juta
Di saat yang bersamaan, Arfan Arlanda, CEO Jejak.in sebuah startup yang berfokus pada platform untuk menghitung jejak karbon juga menyampaikan, “Berdasarkan pengalaman membangun Jejak.in pada akhir tahun 2018, saya menyadari bahwa saat itu tidak ada perusahaan Indonesia bahkan global yang membicarakan tentang karbon.
"Melalui diskusi dan realita di lapangan, terlalu banyak perusahaan yang fokus pada CSR namun tidak mencakup ruang lingkup ESG.
"Seperti halnya hanya sebatas seremonial menanam pohon, mencangkul, foto kemudian pulang namun tidak memikirkan dampak nyata kedepannya.
"Di Jejak.in, kami melakukan riset dan menggunakan teknologi untuk memudahkan proses di lapangan.
"Sehingga kami dapat memastikan usaha yang kami lakukan betul-betul memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Untuk mencapai Indonesia maju 2045, kita tidak boleh hanya mengikuti trend, namun harus fokus untuk menyelesaikan masalah yang benar-benar ada dan krusial serta berkolaborasi dengan pihak yang tepat, sehingga masalah bisa diselesaikan secara tepat juga.”
Baca Juga: Dayagel Seismic DAHANA, Si Merah Pencari Minyak Bumi
Langkah nyata Pijar Foundation untuk mewujudkan cita-cita Indonesia 2045
Sebagai langkah untuk mewujudkan cita-cita Indonesia 2045, Pijar Foundation telah meluncurkan tiga program tetap pada bidang edukasi, inovasi, dan kebijakan, yakni: Future Skills, Global Future X (GFX) dan Lestari.
Future Skills, sebuah program edukasi dan upskilling online kolaborasi dengan mitra dari berbagai sektor seperti perusahaan, startup, NGO, hingga komunitas, melalui program-program di bawahnya seperti Future Skills for University yang memberikan dampak kepada 46.659 peserta dari 917 Universitas dan 92 mitra melalui 205 kelas.
Baca Juga: SUCOFINDO dan DISPERINDAG Garut Kolaborasi dalam Peningkatan TKDN
Program Executive Business School dengan jumlah 31 peserta c-level dari perusahaan teknologi dan telekomunikasi dan 13 orang mentor melalui 10 kelas asinkronus dan 5 kelas sinkronus.