Baca Juga: Borong 2 Penghargaan Sekaligus, KAI Komitmen untuk Terus Tingkatkan Pelayanan
Tercatat dalam laporan keuangan capaian layanan laboratorium medis dan klinik sebesar Rp488,16 miliar atau meningkat 16,60 persen dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp418,66 miliar.
Peningkatan pendapatan menyebabkan emiten ini mampu mencetak laba operasional positif sebesar Rp236,29 miliar.
Capaian ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun 2022 dimana Kimia Farma masih mencatat rugi operasional sebesar Rp15,67 miliar.
"Pencapaian kinerja positif tersebut mampu mendorong bottom line Kimia Farma dengan membukukan laba bersih sebesar Rp19,47 miliar sepanjang semester I 2023," ujar David.
"Jika dibandingkan pada periode sama tahun lalu, Kimia Farma mencatat kerugian bersih Rp206,30 miliar," tandasnya.